Site Map

Indahnya Panorama Baturaden

Baturraden adalah keindahan yang memancar dari lereng Gunung Slamet. Lokasi wisata yang berjarak hanya sekitar 15 km dari kota Purwokerto, Jawa Tengah ini, tak hanya menyimpan panorama alam yang molek, tetapi juga cerita rakyat tentang Raden Kamandaka, atau Lutung Kasarung yang cukup akrab di masyarakat Indonesia.

Bali Deso Bangun Deso Masuki Tahap III

SEMARANG - Gerakan Bali nDeso mBangun Deso (BDBD) yang menjadi obsesi Gubernur Jateng H. BIBIT WALUYO untuk mencapai Visi : “Terwujudnya Masyarakat Jawa Tengah Yang Semakin Sejahtera, Mandiri, dan Berdaya Saing Tinggi”, kini hampir memasuki Tahap III dari 3 (tiga)

Bupati Rembang Raih Parahita Ekapraya Madya

REMBANG - Bupati Rembang H Moch Salim baru-baru ini meraih Penghargaan Parahita Ekapraya Madya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Balai Kartini Jakarta pada puncak peringatan Hari Ibu (22/12)

Museum Sangiran, Resmi jadi Warisan Budaya Dunia

Sejak dibangun pada 2005 silam, museum sangiran yang terletak di Kecamatan Kalijambe, akhirnya diresmikan penggunaannya oleh Wakil Menteri pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan yang juga sebagai pembuat Desain Engginering Plan Sangiran, Prof Dr. Windu Nuryati, PHD

Minggu, 25 Desember 2011

Cara Berbusana Cerminkan Kepribadian

Maraknya Pakaian Import Grosir membuat berkembangnya pesatnya Busana Grosir di negeri kita. Pakaian Import Grosir sekarang banyak di minati oleh wanita karena model dan desain nya yang bagus. Bisnis Pakaian Grosir sangat menjanjikan sekali, Pakaian Harga Grosir sangatlah murah daripada pembelian eceran. Pakaian Grosir dan Busana Grosir merupakan usaha yang sangat menjanikan.

Berbusana bagi wanita sesuai dengan tipe kepribadian merupakan cara Busana Wanita yang terbaik karena apa yang anda kenakan akan lebih terlihat dengan dukungan kepribadian anda dari dalam. Para Busana Pakaian telah membagi lima tipe gaya berbusana yang telah dicocokkan dengan lima kepribadian perempuan secara rinci.

Perempuan Natural atau Sportif
Perempuan tipe ini paling senang Busana Pakaian Amerika atau Busana Import dengan paduan jeans dan t-shirt atau celana pantalon dipadu dengan sweat shirt. Aksesoris yang dikenakan biasanya sangat sederhana, fungsional namun dapat dipadu dengan Busana Wanita lainnya. Sering menghindari sepatu hak tinggi dan tas yang terlalu besar. Potongan rambut perempuan jenis ini biasanya sederhana agar mudah memeliharanya.

Biasanya mereka akan mengkoleksi Busana Import seperti rok terusan panjang atau Busana Import Grosir pendek model sederhana, jaket atau jas yang tidak berpinggang, jaket bomber atau jaket olahraga. Kaos oblong dan kaos polo, setelan rok dan jas model safari, rok span lurus selutut atau sebetis, celana dan rok jeans, kardigan serta kemeja juga sangat mereka sukai. Pakaian Wanita ini sangat cocok dikenakan bagi anda yang memiliki bentuk tubuh tipe buah apel, buah pear dan persegi panjang.

Tipe perempuan Elegan atau Klasik.

Penampilannya dalam Pakaian Wanita selalu konstan, tidak pernah tampil berlebihan atau sebaliknya. Sangat menyukai penampilan yang rapi karena itu koleksi busananya kebanyakan Pakaian Import dengan gaya taylor.

Romantik atau Feminin

Secara tidak sadar harus selalu tampil cantik, sangat menyenangi hal-hal yang detail dan rinci dalam berbusana atau berprilaku. Koleksi busana yang dimiliki adalah (Pakaian Import) rok klok, rok lipit, rok lebar yang menjuntai, gaun panjang bahan renda, gaun potongan princess, jas berpeplum serta blus tanpa kerah

Perempuan Glamour atau Seksi

Mereka sering menggunakan busana yang cenderung memperlihatkan bentuk tubuh atau sebagian bentuk tubuh dan selalu memilih aksesoris yang cenderung mencolok mata (Busana Import Grosir).

Perempuan Dramatik atau Artistik

Koleksi busana yang mereka miliki adalah blus longgar yang cenderung kebesaran, blus renda ala gipsy, rok sarung, jas tanpa pinggang, rok panjang polos ataupun bermotif dam celana panjang longgar (Pakaian Import Grosir)

Jumat, 23 Desember 2011

Wagub Jateng Serahkan Tali Asih Kepada Para Teladan yang Berprestasi Tingkat Nasional

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Dra Hj. Rustriningsih, MSi atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan “Selamat” kepada para penerima tali asih, dan menyampaikan “Terima Kasih” atas prestasi, kinerja dan karya mereka yang mendukung pembangunan Jawa Tengah untuk mencapai Visi “Terwujudnya masyarakat Jawa Tengah yang Semakin Sejahtera”.

Wagub Rustriningsih minta agar prestasi yang telah berhasil diraih hendaknya terus dipertahankan bahkan ditingkatkan, serta tidak tenggelam dalam euforia kegembiraan, tetapi justru harus tetap berkarya, berkreasi dan berinovasi untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

“Jadikan prestasi ini sebagai tanggungjawab moral, karena Saudara akan menjadi panutan bagi saudara-saudara kita yang lain. Karena itu, sesuai dengan semangat gerakan Bali nDeso mBangun Deso, yaitu yang sudah pintar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, hendaknya kembali ke desa memberitahu atau ngajari masyarakat desa yang belum pinter supaya pinter mengelola potensi desanya dalam kegiatan pembangunan di segala sektor, sehingga desanya menjadi maju,” papar Rustri.

Demikian pula bagi yang sudah kaya dan berkelebihan harta, juga jangan segan-segan membantu saudara kita di desa melalui hibah dana, modal usaha, dan pendampingan manajemen usaha, agar geliat ekonomi kerakyatan di desa semakin tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat Desa meningkat.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 4924/Kpts/KP.450/ 12/2011, tanggal 2 Desember 2011 tentang Penetapan Penerima Penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional Tahun 2011 Kategori Petani, Kelompok Tani, Penyuluh dan Aparat serta Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4947/Kpts/KP.450/12 /2011, tanggal 2 Desember 2011 tentang Penetapan Penerima Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tingkat Nasional Tahun 2011, Jawa Tengah memperoleh 28 peng-hargaan untuk petani, kelompok tani, Penyuluh dan Aparat Provinsi Jawa Tengah dalam 5 (lima) kategori, yaitu pelopor, pelayanan, pengguna kreatif teknologi, pemangku dan Pembina.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Presiden RI pada tanggal 6 Desember 2011 di Jakarta, yang terdiri dari Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tingkat Nasional Tahun 2011 untuk Provinsi Jawa Tengah sebanyak 10 (sepuluh) penghargaan, yaitu untuk: Gubernur Jawa Tengah; Bupati Temanggung;  Kepala Desa Karanggintung, Kec. Susukan Kab. Banjarnegara serta 7 (tujuh) orang wakil dari Kelompok Tani.

Selain itu, juga diserahkan Penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional Tahun 2011 sebanyak 18 penghar-gaan, untuk: Perorangan  (8 orang),  Kelompok  (7 kelompok),  Kelompok Prasarana dan Sarana (1 orang), Gapoktan (1 orang) serta  Perusahaan  (1 orang).

Wakil Gubernur pada kesempatan itu menyampaikan pernyataan Presiden RI yang dalam sambutannya meminta agar pemimpin pusat dan daerah memasti-kan ketersediaan lahan agar ketahanan pangan dapat meningkat, serta mengajak seluruh masya-rakat di daerah untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan meneruskan kegiatannya dalam mewujudkan kemandirian pangan serta mengembangkan pangan local dan meningkatkan dan memproduksi ketersediaan pangan nasional.

Selain itu, dapat menggalakkan sistematika penyediaan bahan makanan lokal serta mengembangkan pekarangan modern untuk dapat ditanami berbagai jenis tanaman dalam upaya me-ngurangi pengeluaran kebutuhan pangan. Untuk itu Rustriningsih minta kepada agar mengindahkan himbauan  Presiden, serta senantiasa berkoordinasi dengan SKPD terkait, sehingga pembangunan pertanian di Jawa Tengah semakin maju, dan Jawa Tengah dapat mendukung kebijakan nasional surplus beras 10 juta ton untuk tahun 2014.  *Humas_bs

Mentan : Pola Tanam Baik, Target Surplus Beras Tercapai

KLATEN – Menteri Pertanian Dr. Ir. Suswono, MMA mengungkapkan tekadnya untuk memaksimalkan produksi pertanian di Indonesia. Tekad itu harus dilaksanakan bersama-sama dengan menerapkan sistem pola tanam yang lebih baik. Maksimalisasi produksi ini guna mendukung pencapaian surplus beras nasional sebesar 10 juta ton pada 2014.

Menteri Pertanian mengungapkan hal tersesebut saat pemberian bantuan 100 traktor ke kelompok tani di Desa Ngabean, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Rabu (21/12). Selain Mentan hadir juga Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo didampingi Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Dr Ir Sumarjo Gatot Irianto MS DAA.

“Dalam menghadapi musim tanam ini, petani bersama pemerintah harus bersinergi dan konsisten dalam upaya memaksimalkan produksi pertanian. Langah ini untuk mewujudkan surplus beras demi ketahanan pangan nasional,” ujar Mentan.

Lebih lanjut Mentan mengharapkan pemerintah petani harus kompak dan mampu mengembangkan bibit unggul yang ada. Selain itu harus pandai-pandai memanfaatkan irigasi. ‘’Dengan demikian target kita bersama dapat dicapai,’’ kata dia.

Dalam kesempatan itu, selain bantuan traktor, Mentan juga menyerahkan bantuan transplanter, bantuan dana Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) kepada 72 gapoktan, Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) senilai Rp 8,5 miliar kepada 25 kelompok tani serta bantuan lainnya.

Sementara itu, Gubernur mengungkapkan Pemerintah Propinsi Jateng merupakan salah satu penyangga kebutuhan pangan secara nasional. Sedangkan Klaten sebagai lumbung pangan di Jawa Tengah. Saat ini, capaian surplus beras di wilayah Jawa Tengah berada pada kisaran 600 ribu ton beras. ‘’Saya yakin dengan diawali penanaman serempak ini, target surplus beras nasional sebesar 10 juta ton beras bisa tercapai di 2014 mendatang,’’ ujar dia.   *kontributorHumasKlaten

Kabupaten Magelang Miliki 541 Unit Koperasi Potensial

KOTA MUNGKID - Keberadaan koperasi yang seharusnya sangat mendukung perekonomian nasional, namun saat ini dirasa masih belum optimal. Hal ini perlu bisa maklumi, mengingat berbagai hambatan yang melingkupinya. Namun, keberadaan koperasi telah teruji dalam menghadapi kesulitan usaha, karena dalam keadaan krisis ekonomi ternyata koperasi tetap berada pada tingkat aman dan stabil.

"Sesuai data  tahun 2010, Kabupaten Magelang memiliki koperasi berbadan hukum sebanyak  541 unit, jumlah anggota  157.114 orang, memiliki volume usaha sebesar Rp 313,24 miliar  dengan  Sisa Hasil
Usaha (SHU) sebesar Rp 8,34 miliar," kata Bupati Magelang, Ir Singgih Sanyoto dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Magelang, Drs Djanu Trepsilo MM, pada Rakor Bakohumas, Rabu (21/12).

Menurut Bupati Singgih,  data tersebut menunjukkan  potensi besar yang dimiliki oleh koperasi di Kabupaten Magelang, yang perlu terus dikembangkan agar dapat  memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi para anggotanya.  "Perlu kami sampaikan, Kabupaten Magelang pada tahun 2012 mendatang, diprogramkan dapat menjadi Kabupaten Penggerak Koperasi Utama." katanya.

Sedangkan  tahun 2010, Kabupaten Magelang telah mendapat predikat sebagai Kabupaten Penggerak Koperasi  oleh Kementerian Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Untuk itu  diperlukan kerja keras dari seluruh komponen yang ada  dalam rangka mewujudkan  tujuan berkoperasi.

Dengan segala potensi yang dimiliki, Gerakan Koperasi di Kabupaten Magelang  dapat mengembangkan sikap positif dan optimis dalam menatap masa depan yang penuh tantangan. Dengan sikap dan tekad tersebut, maka gerakan Koperasi diharapkan akan tumbuh kuat dan kreatif dalam menyikapi setiap perubahan yang terjadi.

Untuk mewujudkan tekad dan semangat tersebut maka diharapkan seluruh komponen yang ada, baik Pemerintah, UMKM, Dekopinda,  serta  semua pelaku usaha, dapat bersama-sama mengembangkan dan memperkuat kerjasama, kesetiakawanan, dan meningkatkan kinerja kolektif  dalam semangat kebersamaan dan solidaritas.

Pemerintah Kabupaten Magelang, melalui Dinas Perindustrian koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah, sesuai fungsi dan tugasnya terus berupaya agar koperasi dapat tumbuh dan berkembang semakin kuat, melalui program-program peningkatan kualitas dan kemandirian koperasi. Pemberdayaan koperasi perlu ditingkatkan melalui kegiatan revitalisasi kelembagaan, pembuatan database koperasi dari berbagai sektor serta melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap koperasi, juga mendorong kelompok usaha-usaha produktif untuk bergabung dalam kelompok, asosiasi maupun sentra agar mampu terus bersaing.

Ketua Koperasi Pariwisata Catra Gemilang Borobudur Suherman menyatakan,koperasi yang berkembang dan kuat akan lebih mempunyai kemampuan memberdayakan potensi anggotanya, sehingga cita-cita meraih kesejahteraan bisa lebih mudah diwujudkan. Menurut Suherman, sebagian besar anggota koperasi bergerak dibidang pariwisata sesuai dengan kondisi Magelang yang merupakan daerah tujuan wisata andalan Jawa Tengah. seperti Candi Borobudur dan lainnya.   *kontributorHumasMagelang

Kadin Jateng Ajak Wonogiri Menyusun Calender Of Event 2013

WONOGIRI – Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Tengah Kukrit Suryo Wicaksono mengajak Pemkab Wonogiri untuk menyiapkan Calender of Event di tahun 2013 nanti. Sebab di tahun 2013 nanti, Gubernur Jawa Tengah akan meresmikan program Visit Central Java Year 2013. Program tersebut memang tujuannya untuk menarik wisatawan asing sebanyak-banyaknya agar datang ke daerah-daerah yang ada di Jawa Tengah.

“Dengan disusunnya Calender of Event, di sini kesempatan bagi Wonogiri untuk bersaing head to head dengan daerah lain di Jawa Tengah dalam mempromosikan potensi-potensi yang dimiliki,” katanya saat menghadiri Workshop Pengembangan Kewirausahaan dan Peningkatan Daya Saing Bagi UMKM di Ruang Data Setda Kabupaten Wonogiri, Rabu (21/12).

Kukrit mengatakan melalui tourism, perdagangan dan investasi secara otomatis akan mengikuti. Apalagi di tahun 2012 nanti pihaknya akan melakukan promosi besar-beasran ke negara-negara kawasan Asia Pasific. “Sebagai langkah awal, di awal tahun 2012 nanti, kita akan membuka ruang pamer produk-produk UMKM unggulan Jawa Tengah di Australia dan Amerika.”

Ditambahkan bahwa banyak sekali produk-produk hasil UMKM yang bagus, murah, spesial, dan dijamin suplay-nya. Namun, yang menjadi masalah terletak pada penjualannya. Banyak yang bingung bagaimana dan kemana harus menjual produk. “Wonogiri ini punya banyak sekali potensi yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Cuma masalahnya, jaringan perdagangan yang belum berjalan,” imbuhnya.

Keberhasilan pengembangan UMKM, kata Kukrit, merupakan sinergi antara 3 pilar, yakni adanya peran pemerintah, peran perbankan, dan asosiasi usaha. Perekonomian di Jawa Tengah, 75 persen ditunjang UMKM-UMKM yang handal. Ia memberikan apresiasi kepada Wonogiri karena Kepala Daerahnya berlatar belakang pengusaha. Dengan modal tersebut, investasi, perdagangan, dan usaha diharapkan dapat berkembang dengan baik di Wonogiri. “Bagaimana mau mengembangkan perdagangan, kalau pemerintahnya tidak tahu apa-apa. Nah kalau Bupatinya saja seorang pengusaha, tentu akan lebih jeli dalam mengolah potensi daerah yang ada sekaligus mengembangkan investasi.”

Sementara Bupati Wonogiri H. Danar Rahmanto berjanji akan menginventarisasi kearifan-kearifan lokal yang ada, kemudian membangun networking yang baik dengan semua pihak. ”Itu yang menjadi kelemahan Wonogiri, kita belum mempunyai networking yang kuat. Akan tetapi, dalam tahun 2011 ini, sudah ada beberapa ekspor produk-produk UMKM dari Wonogiri ke beberapa negara. Tahun depan, ada beberapa manufactur yang akan berinvestasi disini. Kita sudah siapkan semuanya. Intinya, jangan sampai kita sebagai orang Wonogiri malah menjadi penonton di daerah kita sendiri ketika industrialisasi dan investasi mulai masuk ke Wonogiri.” (HUMAS_ESTI SUCI)

Perpanjang Ijin Operasional, RSUD Banjarnegara Lakukan Penilaian Akreditasi 12 Pelayanan

BANJARNEGARA - Kesadaran untuk hidup sehat sudah makin membudaya dalam masyarakat kita. Pada saat ini, masyarakat sudah jauh semakin kritis terhadap pelayanan kesehatan. Untuk itu, sebagai pusat pelayanan kesehatan, rumah sakit harus selalu meningkatkan kulaitas pelayanannya. RSUD Banjarnegara, sebagai Rumah Sakit Pilihan Utama Masyarakat Banjarnegara, pada hari ini, Rabu (21/12) menyiapkan diri dilakukan penilaian akreditasi oleh Tim KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) Kementrian Kesehatan RI.

“Sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, guna meningkatkan mutu pelayanan, RSUD Banjarnegara siap untuk melakukan penilaian akreditasi 12 pelayanan mulai hari ini (Rabu, 21/12) hingga hari Sabtu (24/12),” ujar drg. Puji Astuti, M.Kes, Direktur RSUD Banjarnegara. “Akreditasi ini selain harus dilakukan secara berkala minimal tiga (3) tahun sekali, juga merupakan upaya RSUD Banjarnegara untuk memperpanjang ijin operasional rumah sakit, yang sesuai ijin operasional dari Kementerian Kesehatan RI No. HK.07.06/ III/ 678/ 2008 berlaku dari tanggal 29 Februari 2008 hingga 29 Februari 2013,” imbuh Puji.

RSUD Banjarnegara terakhir melakukan penilaian akreditasi lima (5) pelayanan pada tahun 2003. Tahun ini, RSUD Banjarnegara menyiapkan diri untuk melakukan penilaian akreditasi untuk 12 pelayanan, yaitu Pokja Administrasi Manajemen, Keperawatan, Pelayanan Medis, IGD (Kegawatdaruratan), IBS (Instalasi Bedah Sentral), Inos, Rekam Medis, K3, Laboratorium, Farmasi, Radiologi dan Peristi (perinatal Resiko Tinggi). Sedangkan Tim KARS Kementerian Kesehatan RI yang melakukan penilaian di RSUD Banjarnegara adalah Dr. Baha’udin, MMR, Dr. Joko Murdiyanto, Sp.A dan Sri Rejeki, DC, MARC.

“Untuk lulus penilaian akreditasi kali ini, RSUD Banjarnegara harus mampu mencapai nilai diatas 80% dari standar yang ditetapkan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Kementerian Kesehatan RI. Meskipun bukan hal yang mudah, mengingat kondisi sarana dan prasarana rumah sakit yang masih dalam proses perbaikan dan pembangunan, namun kami optimis lulus karena telah berupaya semaksimal mungkin untuk mempersiapkan penilaian akreditasi ini,” kata Puji.

Dalam kesempatan yang sama, Wawang Akhmad Wakhyudi, SH, M.Si, MH, dalam sambutannya mewakili Bupati Banjarnegara, menyampaikan harapannya untuk RSUD Banjarnegara. “Dengan penilaian akreditasi ini, kami berharap bisa memacu peningkatan mutu pelayanan dan meniadakan atau setidaknya meminimalkan keluhan masyarakat. Sehingga RSUD Banjarnegara tetap menjadi pilihan utama masyarakat Banjarnegara dalam mencari dan memperoleh pelayanan kesehatan,” ujar Wawang. “RSUD Banjarnegara sebagai institusi pelayanan kesehatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara juga harus memberikan pelayanan kesehatan yang ramah dan profesional tanpa membedakan status sosial ekonomi pasien,” imbuhnya. *kontributorhumas_dhy

Wamenkes Harapkan Rumah Sakit Tingkatkan Kinerja Pelayanan

KLATEN – Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD mengharapkan rumah sakit terus meningkatkan kinerja pelayanan agar mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat. Hal ini sangat penting karena porsi tugas rumah sakit adalah memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, termasuk masyarakat tidak mampu.

Demikian dikatakan Wamenkes pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-84 RS dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten, Rabu (21/12). Menurutnya, RSST mempunyai modal yang cukup untuk terus berbenah. ‘’RSST mempunyai sejarah panjang. Usia 84 tahun merupakan pembuktian atas kesejarahan yang panjang itu,’’ kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini.

Sementara itu, Direktur Dr. Bambang Purwoatmodjo, Sp. THT-KL. MM mengungkapkan bahwa RSST memiliki komitmen untuk senantiasa mengutamakan peningkatan mutu yang berorientasi pada keselamatan pasien dan kepuasan pelanggan. ‘’Komitmen tersebut diwujudkan dalam langkah-langkah kongkret di semua jenjang dan jajaran civitas hospitalia,’’ ungkap dia.

Lebih lanjut Bambang juga mengungkapkan kinerja pada 2011 menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari capaian indikator yang terus menunjukkan trend yang terus meningkat. ‘’Semua capaian ini tidak terlepas dari semangat karyawan dalam memotivasi diri untuk meraih prestasi terbaik,’’ ungkap dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Klaten Hj. Sri Hartini mengungkapkan harapannya agar RSST terus meningkatkan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Klaten. dengan kerjasama yang semakin meningkat, ujar Wabup, keberhasilan pembangunan khususnya bidang kesehatan dapat diwujudkan.  **kontributorHumasKlaten

Masuk 9 Besar Jawa Tengah, PKK Kabupaten Demak Dinilai Tim Provinsi

DEMAK - Tim Penilai Pelaksana Terbaik Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Pelaksana Terbaik Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga tingkat Jateng melakukan penilaian terhadap Tim Penggerak PKK Kabupaten Demak, baru-baru ini. Penilaian tersebut sehubungan TP PKK Demak sudah ditetapkan masuk sembilan besar kabupaten terbaik di Jawa Tengah.

Selain mengunjungi Sekretariat PKK Kabupaten di Jalan Kyai Jebat, tim penilai juga melihat langsung kegiatan ibu-ibu PKK Desa Mijen dan Pecuk Kecamatan Mijen. Mereka melihat hasil produksi kader PKK desa tersebut berupa wingko dan telur asin.

Ketua tim Ny Sudiro mengungkapkan, aspek yang dinilai meliputi administrasi dan kegiatan lapangan. Kemudian PKK kabupaten yang masuk sembilan besar juga akan dinilai seberapa jauh perannya dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan.

“Untuk memperkuat ketahanan pangan, lahan pekarangan sebaiknya dimanfaatkan untuk budidaya warung hidup dan apotik hidup. Nah, melalui penilaian ini sekaligus kita ingin tahu seberapa besar peran PKK terkait hal tersebut,” kata Ny Sudiro.

Sementara Ketua TP PKK Demak Ny Hermini TZ menjelaskan, bersama kader PKK di tingkat kecamatan hingga desa, pihaknya telah melakukan banyak upaya untuk mengurangi kasus KDRT. Di antaranya melalui sosialisasi, simulasi, serta penyebarluasan informasi melalui pengajian dan berbagai media masa.

Kemudian dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga, bersama dinas instansi terkait pihaknya telah memberikan pelatihan keterampilan kepada ibu-ibu. Pelatihan keterampilan yang diberikan antara lain pembuatan aneka makanan, menjahit, juga tata rias rambut. Sejauh ini hasilnya cukup menggembirakan. Para kader PKK di tingkat desa kini rata-rata sudah mampu menjalankan usaha produktif.

“PKK kabupaten awalnya memiliki modal Rp 149,9 juta. Modal itu kita kelola bersama kader di tingkat kecamatan dan desa, saat ini sudah meningkat pesat menjadi Rp 492,4 juta,” ungkap Ny Hermini. (Humas Demak-NDR)