Site Map

Indahnya Panorama Baturaden

Baturraden adalah keindahan yang memancar dari lereng Gunung Slamet. Lokasi wisata yang berjarak hanya sekitar 15 km dari kota Purwokerto, Jawa Tengah ini, tak hanya menyimpan panorama alam yang molek, tetapi juga cerita rakyat tentang Raden Kamandaka, atau Lutung Kasarung yang cukup akrab di masyarakat Indonesia.

Bali Deso Bangun Deso Masuki Tahap III

SEMARANG - Gerakan Bali nDeso mBangun Deso (BDBD) yang menjadi obsesi Gubernur Jateng H. BIBIT WALUYO untuk mencapai Visi : “Terwujudnya Masyarakat Jawa Tengah Yang Semakin Sejahtera, Mandiri, dan Berdaya Saing Tinggi”, kini hampir memasuki Tahap III dari 3 (tiga)

Bupati Rembang Raih Parahita Ekapraya Madya

REMBANG - Bupati Rembang H Moch Salim baru-baru ini meraih Penghargaan Parahita Ekapraya Madya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Balai Kartini Jakarta pada puncak peringatan Hari Ibu (22/12)

Museum Sangiran, Resmi jadi Warisan Budaya Dunia

Sejak dibangun pada 2005 silam, museum sangiran yang terletak di Kecamatan Kalijambe, akhirnya diresmikan penggunaannya oleh Wakil Menteri pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan yang juga sebagai pembuat Desain Engginering Plan Sangiran, Prof Dr. Windu Nuryati, PHD

Tampilkan postingan dengan label Potensi Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Potensi Wisata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Desember 2011

Indahnya Panorama Baturraden Kabupaten Banyumas

Baturraden adalah sebuah tujuan wisata di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Baturraden terletak di sebelah utara kota Purwokerto tepat di lereng sebelah selatan Gunung Slamet. Baturraden karena letaknya di lereng gunung menjadikan kawasan ini memiliki hawa yang sejuk dan cenderung sangat dingin terutama di malam hari. Baturraden juga merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, terutama pada hari minggu dan hari libur nasional. Kondisi tersebut menyebabkan banyak hotel dan vila didirikan di sini.

Baturraden dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Jarak dari kota Purwokerto sekitar 15 km dan dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dengan lalu lintas yang tidak terlalu padat. Apabila ingin menggunakan kendaraan umum wisatawan dapat naik angkutan kota dari terminal di Purwokerto dan turun di terminal lokawisata Baturraden. Jika ingin lebih praktis wisatawan dapat menggunakan taksi. Jika memutuskan untuk menggunakan kendaraan pribadi, sebaiknya hati-hati karena jalan yang menanjak dengan kemiringan sekitar 30 derajat.

Baturraden adalah keindahan yang memancar dari lereng Gunung Slamet. Lokasi wisata yang berjarak hanya sekitar 15 km dari kota Purwokerto, Jawa Tengah ini, tak hanya menyimpan panorama alam yang molek, tetapi juga cerita rakyat tentang Raden Kamandaka, atau Lutung Kasarung yang cukup akrab di masyarakat Indonesia.

Selain akses yang mudah, area wisata ini juga menyediakan hotel dan aneka penginapan yang memadai. Di samping, bagi pecinta alam terbuka disediakan camping ground yang nyaman dan aman. Dan tanpa perlu khawatir akan kesulitan memperoleh makanan, karena di area ini cukup banyak pedagang yang menjajakan sate kelinci.

Taman Kaloka Widya Mandala Baturraden atau Wisata Pendidikan Wanasuka Baturraden merupakan kebun binatang sekaligus sebagai tempat wisata edukasi yang diresmikan oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Banyumas H. Djoko Sudantoko pada tanggal 17 mei 1995. Tempat ini pernah mendapatkan prestasi sebagai Visit Indonesia Dekade 1991-2000 dalam Penobatan Anugerah Wisata Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Semarang pada tanggal 23 Agustus 1996.

Di Taman Kaloka Widya Mandala Baturraden terdapat berbagai macam binatang yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri seperti dari Australia, Asia dan Belanda. Koleksinya meliputi: Sapi kaki lima, Kambing kaki tiga, Gajah, Beruk (Buing), Buaya Irian, Ular Sanca, Kaswari, Monyet, Landak, Iguana, Cendrawasih, Kelelawar, Ayam Kate, Ayam Mutiara, Orang Utan, Elang Bondol, Rusa. Di tempat ini juga terdapat Museum Satwa Langka, seperti: Harimau Sumatera, Beruang Madu, dan Macan Dahan.

Secara keseluruhan, kawasan wisata baturaden memang cocok untuk sarana rekreasi keluarga, maupun terapi penyakit melalui air panas. Jalan menuju kelokasi wisata ini dari kota purwokerto berupa aspal mulus, sehingga bisa ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan. Jadi bila anda berkunjung ke Purwokerto, tidak adanya untuk singgah sejenak untuk berwisata di baturaden.Klik disini untuk info wisata menarik lainnya.

Selasa, 13 Desember 2011

Kepulauan Karimunjawa

Selayang Pandang

Kepulauan Karimunjawa adalah gugusan 27 pulau yang terdapat di Laut Jawa. Kepulauan ini seluruhnya termasuk dalam Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Propinsi Jawa Tengah. Pada umumnya pulau-pulau itu merupakan hutan tropis dataran rendah, dan hanya 5 pulau yang dihuni oleh penduduk, yaitu Pulau Karimunjawa, Pulau Kemujan, Pulau Parang, Pulau Nyamuk, dan Pulau Genting. Sejak tanggal 15 Maret 2001, Karimunjawa ditetapkan oleh pemerintah sebagai Taman Nasional Karimunjawa. Pulau Karimunjawa memiliki luas wilayah 111.625 hektar, terdiri dari daratan 1.507,7 hektar, dan perairan 110.117,3 hektar.

Berdasarkan cerita legenda yang berkembang di masyarakat sekitar, Pulau Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Muria. Legenda itu berkisah tentang keprihatian Sunan Muria atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya itu untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak “kremun-kremun” (kabur) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena terlihat “kremun-kremun”, Sunan Muria kemudian memberi nama “Karimun” untuk pulau itu.
Keistimewaan

Dengan kondisi alamnya yang indah dan asri, Karimunjawa menawarkan daya tarik wisata alam yang sungguh memesona. Tidak berlebihan kiranya bagi pemerintah menetapkan kawasan Karimunjawa sebagai taman nasional karena kawasan ini memang memiliki kekayaan flora dan fauna yang luar biasa. Karimunjawa memiliki beberapa jenis flora, yaitu terumbu karang, hutan mangrove, hutan pantai, dan hutan dataran rendah. Sedangkan kekayaan faunanya terdiri dari rusa dan kera ekor panjang serta fauna akuatik yang terdiri dari 242 jenis ikan hias dan 133 genera akuatik. Selain itu, di lokasi ini terdapat pula jenis fauna langka yang berhabitat di Pulau Burung dan Pulau Geleang, seperti burung elang laut dada putih serta dua jenis penyu, yaitu penyu sisik dan penyu hijau.

Selain kekayaan alamnya, keistimewaan Pulau Karimunjawa juga bisa dilihat dari kekayaan budayanya. Sebab, kepulauan ini dihuni oleh penduduk dengan latar belakang etnis yang beragam. Di dalamnya terdapat penduduk dari suku Jawa, Bugis, Makasar, dan Madura. Masyarakat Jawa banyak tinggal di Dukuh Karimun, Dukuh Legon Lele, Dukuh Nyamplungan, dan Dukuh Mrican. Sebagian besar mata pencaharian mereka adalah bertani dan membuat industri rumah tangga, seperti batu bata merah dan minyak kelapa. Masyarakat Bugis dan Makasar sebagian besar bertempat tinggal di Pulau Kemujan, Dukuh Batu Lawang, Dukuh Legon Gede, dan Dukuh Tlogo. Masyarakat Bugis terkenal sebagai pelaut yang ulung, oleh karena itu sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan. Selain itu, orang Bugis juga terkenal dengan kerajinan sarung tenunnnya yang banyak diminati oleh para wisatawan. Hampir sama dengan masyarakat Bugis, masyarakat Madura pun sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Namun, mereka memiliki kemampuan membuat ikan kering yang tidak bisa dilakukan oleh suku lainnya.

Dengan latar belakang etnis yang beragam itu, penduduk di Karimunjawa tetap mampu menjaga dan mempertahankan kerukunan sosial di antara mereka. Mereka memiliki tradisi atau semacam local wisdom berupa saling tukar-menukar barang (barang konsumsi rumah tangga atau kerajinan) yang dibuat oleh kelompok-kelompok etnis yang tinggal di kawasan ini.     
Lokasi

Kepulauan Karimunjawa terletak di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia.
Akses

Perjalanan menuju Kepulauan Karimunjawa dapat ditempuh melalui jalur laut dan jalur udara. Jika menggunakan jalur laut, Karimunjawa dapat dicapai dari Semarang lewat Pelabuhan Tanjung Mas dan dari Jepara lewat Pelabuhan Kartini. Dari Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, pengunjung dapat menggunakan kapal motor Kartini I, berangkat setiap hari Sabtu, pukul 9.00 WIB dan Senin pukul 7.00 WIB, dengan biaya Rp 108.000 untuk kelas bisnis, dan Rp 128.000 untuk kelas eksekutif. Sedangkan jika ditempuh dari Pelabuhan Kartini, Jepara, pengunjung dapat menggunakan kapal motor Muria yang berangkat setiap hari Sabtu pukul 9.00 WIB, dan Rabu pukul 9.00 WIB, dengan biaya Rp 63.000 untuk kelas bisnis, dan Rp 83.000 untuk kelas eksekutif (April 2008).   

Sementara itu, bagi pengunjung yang menggunakan jalur udara, perjalanan dapat dimulai dari Bandara Ahmad Yani, Semarang, dengan pesawat sewa jenis CASSA 212 yang disediakan oleh PT. Wisata Laut Nusa Permai (Kura-kura Resort). Waktu tempuh kurang lebih tiga puluh menit dari Bandara Ahmad Yani ke lapangan udara Dewadaru, Karimunjawa.
Harga Tiket

Tiket masuk sudah disertakan dalam biaya perjalanan, baik yang menggunakan jalur laut, maupun jalur udara.
Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Di kawasan wisata kepulauan Karimunjawa terdapat sarana akomodasi dan fasilitas yang cukup lengkap, seperti hotel, rumah penginapan, restoran/rumah makan, masjid/musholla, kios buah-buahan, kios cenderamata, dan lain-lain. Di samping itu, di kawasan wisata ini juga terdapat tempat penyewaan perlengkapan olahraga bahari, seperti perlengkapan memancing, menyelam, renang, dan kapal penjelajah laut yang dilengkapi kaca pada bagian bawahnya (glass bottom boat) yang berfungsi sebagai tempat untuk melihat keindahan ekosistem bawah laut.

Di lokasi wisata ini juga tersedia sarana transportasi antarpulau, yang akan mengantarkan pengunjung berkeliling menikmati keindahan gugusan pulau yang ada di Karimunjawa. Sarana transportasi tersebut merupakan bagian dari perjalanan wisata yang menggunakan perahu motor sewaan. Tarif yang berlaku (data tahun 2007) berkisar antara Rp 250.00 sampai dengan Rp 450.000 tergantung jarak tempuh dan lama pemakaian.

Perjalanan wisata di Kepulauan Karimunjawa terasa kurang lengkap jika pengunjung tidak menyambangi fasilitas akuarium laut yang berada Pulau Menjangan Besar. Di pulau ini, pengunjung dapat menikmati keindahan ikan hias dan kehidupan ikan hiu serta ikan-ikan lainnya dengan nuansa khas yang tidak dapat ditemui di tempat lain.

Pantai Tirto Samudro (Bandengan)

Selayang Pandang

Pantai Bandengan, atau juga dikenal dengan sebutan Pantai Tirto Samudro, adalah salah satu obyek wisata pantai unggulan yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Jepara, selain Pantai Kartini. Pantai yang berjarak sekitar 8 km sebelah utara dari pusat kota (Alun-alun) Jepara ini, terkenal dengan airnya yang jernih, hamparan pasir putihnya yang luas, dan rerimbunan pohon pandan di sepanjang bibir pantainya.

Kenapa obyek wisata ini diberi nama bandengan? Dari cerita yang berkembang di masyarakat, nama Bandengan tidak bisa dipisahkan dengan legenda Pulau Karimunjawa. Legenda itu bercerita perihal keprihatian Sunan Muria atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Singkat cerita, sang Sunan memerintahkan putranya untuk tinggal di sebuah pulau yang terlihat ”kremun-kremun” (samar-samar) dari puncak Gunung Muria dengan maksud agar si anak sanggup menuai ilmu hikmah di pulau itu. Dalam perjalanan menuju pulau yang oleh Sunan Muria dinamai karimun itu, sampailah sang putra di sebuah pantai yang memiliki rawa-rawa dan di dalamnya terdapat banyak ikan bandeng. Karena penduduk sekitar belum memberi nama pantai tersebut, kemudian sang putra menamai pantai itu dengan “Pantai Bandengan”.

Keistimewaan

Kondisi pantainya yang landai, kualitas airnya yang bersih, serta hamparan pasir putihnya yang luas merupakan daya tarik tersendiri dari obyek wisata Pantai Bandengan. Dengan kondisi pantai seperti itu, pengunjung dapat mandi sepuasnya sambil menikmati semilir angin pantai yang masih bersih dan sejuk karena jauh dari area perindustrian. Pantai yang sebagian besar lahannya ditumbuhi rerimbunan pohon pandan ini juga cocok untuk kegiatan seperti camping, voli pantai, sepeda santai, dan lain-lain.

Di lokasi obyek wisata ini juga tersedia kapal wisata yang siap mengantarkan pengunjung berkeliling di sekitar pantai atau menuju ke Pulau Panjang yang terkenal dengan kekayaan flora dan faunanya. Tarifnya pun relatif terjangkau, yaitu sekitar Rp 5.000 per orang untuk berkeliling di sekitar pantai dan Rp 10.000 per orang untuk sekali perjalanan menuju Pulau Panjang. Selain itu, setiap tahun (biasanya tengah tahun) di Pantai Bandengan juga diselenggarakan perlombaan motor cross dan festival layang-layang baik yang berskala regional, nasional, maupun internasional.

Lokasi

Pantai Bandengan terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Kota Jepara, Kabupaten Jepara, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia.
Akses

Jika perjalanan dimulai dari arah Kota Semarang, pengunjung dapat menggunakan bus jurusan Semarang—Jepara. Setelah sampai di Terminal Bus Jepara, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum jurusan Bandengan dengan ongkos Rp 3.000 (April 2008).
Harga Tiket

Harga tiket masuk dibedakan antara hari biasa dengan hari libur. Pada hari biasa, tiket masuk sebesar Rp 1.000, sedangkan pada hari libur Rp 1.500 (April 2008).
Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Sebagai obyek wisata favorit di Kota Jepara, Pantai Bandengan memiliki sarana akomodasi dan fasilitas yang cukup lengkap, di antaranya: shelter (tempat istirahat sementara di lokasi pantai), kapal wisata, mushola, toliet dan tempat pemandian umum, mini market, motel/rumah penginapan, rumah makan (yang menjajakan makanan khas seperti kerang rebus, rajungan, ikan bakar, dan pindang srani), dan lain-lain.

Pantai Kartini

Selayang Pandang

Pantai Kartini adalah obyek wisata alam yang cukup terkenal di Kabupaten Jepara, Propinsi Jawa Tengah. Pantai seluas kurang lebih 3,5 hektar ini memiliki pemandangan alam yang indah. Keberadaannya didukung pula oleh obyek wisata Pulau Panjang dan Pulau Karimunjawa yang terletak tidak jauh dari lokasi pantai. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, pada zaman dulu pantai ini sering digunakan sebagai tempat bermain dan bersantai R.A. Kartini dan keluarganya. Karena alasan itulah, pantai ini kemudian diberi nama Pantai Kartini.
Keistimewaan

Pantainya yang bersih, kualitas airnya yang jernih, ombaknya yang relatif kecil, udaranya yang segar, hamparan pasir putihnya yang luas, dan terumbu karangnya yang cantik, merupakan daya tarik tersendiri bagi obyek wisata Pantai Kartini. Dengan kondisi pantai yang seperti ini, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas seperti berenang, sepak bola, dan jalan-jalan.

Area wisata pantai ini dilengkapi dengan bangunan dunia hayati (sea world) yang memiliki arsitektur unik dan menarik. Keunikan itu terlihat pada bentuk bangunannya yang menyerupai kura-kura raksasa. Di dalam bangunan ini pengunjung dapat melihat aneka jenis ikan laut (cumi-cumi, cakalang, layur, dan lain-lain), kerang laut, dan berbagai macam jenis terumbu karang.

Setelah puas menikmati keindahan Pantai Kartini dan dunia hayatinya, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan wisata ke Pulau Panjang yang berjarak sekitar 2 mil dari bibir pantai. Pulau yang memiliki luas kurang lebih 5 hektar ini, mempunyai panorama alam yang indah, lingkungan yang bersih dan udaranya segar. Untuk menuju pulau ini, dibutuhkan waktu kurang lebih 15 menit dari Pantai Kartini dengan menggunakan perahu motor.  

Selain Pulau Panjang, pengunjung juga dapat melanjutkan perjalanan wisata menikmati keindahan obyek wisata pulau lainnya, yaitu Pulau Karimunjawa. Pulau ini mempunyai hamparan pasir putih yang landai dan terumbu karang yang indah. Terumbu karang ini termasuk salah satu yang terindah di Indonesia. Di perairan pulau ini pengunjung dapat melakukan bermacam aktivitas, seperti snorkeling, diving, fishing, dan lain-lain. Berbagai macam jenis ikan yang hidup di perairan tersebut antara lain ikan hias, ikan hiu, kerapu, lemuna, tripang, dan lumba-lumba. Keistimewaan lainnya, di pulau ini terdapat berbagai macam jenis binatang seperti menjangan, landak, trenggiling, ular, dan burung. Untuk menuju pulau ini dibutuhkan waktu kurang lebih 4 jam perjalanan dari Pantai Kartini dengan menggunakan perahu motor. 

Di Pantai Kartini terdapat sebuah ritual tahunan yang diselenggarakan oleh nelayan setempat. Ritual tersebut dikenal dengan nama lomban, yaitu melarungkan kepala kerbau dan sesaji lainnya ke tengah laut. Setelah dilarung, sesaji kemudian diperebutkan oleh para nelayan karena diyakini dapat membawa berkah bagi yang mendapatkannya. Perebutan sesaji ini disertai dengan saling lempar ketupat antar perahu. Tradisi yang dilaksanakan setiap tanggal 8 Syawal atau seminggu setelah hari raya Idulfitri ini merupakan ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan, berupa hasil tangkapan ikan dan keselamatan sewaktu melaut.
Lokasi

Pantai Kartini berada sekitar 2 km dari pusat kota, sehingga cukup mudah untuk dijangkau. Tepatnya terletak di Desa Bulu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia.
Akses

Untuk menuju lokasi obyek wisata pantai ini, pengunjung dapat memulai perjalanan dari Terminal Jepara. Dari terminal ini, pengunjung dapat menggunakan sarana angkutan umum seperti bus dan angkutan kota dengan tarif sekitar Rp 4.000 (Agustus 2008). Selain itu, pengunjung juga dapat naik taksi atau mobil sewaan untuk menuju ke lokasi.
Harga Tiket

Untuk dapat masuk ke obyek wisata Pantai Kartini, setiap pengunjung dipungut biaya sebesar Rp 2.500 (Agustus, 2008). Bagi pengunjung yang ingin melihat keindahan Pulau Panjang dan Pulau Karimunjawa, dapat naik perahu motor dengan membayar ongkos antara Rp 50.000—Rp 70.000 per perahu. Setiap perahu motor dapat membawa penumpang maksimal 15 orang.
Akomodasi dan Fasilitas lainnya

Di lokasi wisata Pantai Kartini terdapat fasilitas seperti sea world, mushala, lapangan tenis, dan berbagai macam sarana permainan diantaranya kereta kelinci, bom-bom car, sepeda motor mainan bertenaga accu, komedi putar, mandi bola, dan perahu arus.

Tak jauh dari area wisata itu juga terdapat penginapan, warung makan, mini market, warung telekomunikasi, kios cendramata dan kerajinan (kayu ukir, monel, tenun troso dan lain-lain).

Senin, 05 Desember 2011

Eloknya Pantai Karang Bolong

Perjalanan wisata disepanjang pantai selatan Gombong ini selanjutnya bisa diteruskan menuju ke arah pantai Karang Bolong. Mendengar namanya, pasti sudah tak asing lagi di telinga kita. Objek wisata pantai ini dengan tambahan ornamen karang yang bolong juga terdapat di sini. Cuma bedanya, kalau di Jawa Barat karangnya benar-benar bolong karena alami gerusan air, di sini karangnya menjadi bolong semata-mata karena buatan manusia.

Ini terjadi karena di daerah ini terkenal dengan industri sarang burung walet. Karena banyaknya burung walet di sana, maka dibuatlah sarang burung buatan seperti di karang tersebut. Diharapkan dari karang yang sengaja dibolongi tersebut, bisa menjadi tempat burung-burung membuat sarang dan menambah devisa daerah selain sisi wisata.

Bentangan Karang Bolong itu meluas sampai ke pantai. Lengkap dengan tambahan pohon-pohon kelapa yang tumbuh subur di sepanjang garis pantai mengingatkan kita pada pantai di Kepulauan Hawai nan indah.
Di sana juga ditawarkan paket acara wisata budaya pengambilan sarang burung walet. Biasanya ini dilakukan saat panen sarang burung tersebut. Acara yang disebut pengunduhan ini dilakukan hampir setahun sekali. Para pemanen sarang burung nantinya akan menggunakan rotan untuk menggapai sarang-sarang burung yang ada di tebing-tebing curam Karang Bolong. Sedangkan nama orang yang memanen sarang burung walet disebut sebagai pengunduh.

Pantai indah Petanahan juga dilengkapi dengan tempat berteduh untuk pengunjungnya yang berupa panggung terbuka. Tapi hati-hatilah, ombak yang datang kadang teramat besarnya hingga bisa menyeret pengunjung dan menewaskannya.

Pantai terakhir mungkin agak fenomenal kedengarannya. Pantai pasir yang terletak di arah selatan Gombong dan berjarak hanya 7 km di bagian barat pantai Karang Bolong ini terdengar dahsyat karena dipercaya sebagai pintu gerbang menuju istana Nyai Roro Kidul, sang penguasa pantai laut selatan.

Sebenarnya panorama yang tercipta di pantai ini tidak bisa dikatakan buruk. Sebab jika kita mengamati dengan saksama, pantai pintu gerbang istana Nyai Roro Kidul ini akan terlihat seperti bentuk beruang yang sedang minum.

Minggu, 04 Desember 2011

Dataran Tinggi Dieng yang Elok dan Menawan

Bagi Anda yang suka dengan tempat wisata di daerah pegunungan, tidak ada salahnya mengunjungi dataran tinggi ini. Dataran yang terkenal dengan sebutan Dieng Plateu ini terletak pada ketinggian 21.00 m di atas permukaan laut. Tempat ini menawarkan keindahan alam serta hawa dingin pegunungan.

Dieng Plateu berupa dataran luas yang dikelilingi pegunungan, antara lain Gunung Prahu, Gunung Juranggrawah, Gunung Pangamun-amun, Gunung Sipandu, dan beberapa Gunung lain. Tidak heran jika suhu udara di daerah ini berkisar antara 15°—10° Celcius. Bahkan, bila Anda berkunjung pada musim kemarau suhunya bisa mencapai 5° Celcius.

Nama “Dieng” berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Sansekerta, yaitu “di” yang berarti “gunung” dan “hyang” dari kata “khayangan”, yang artinya “tempat tinggal para dewa dan dewi”. Bila digabungkan, nama “dieng” berarti “pegunungan tempat tinggal para dewa dan dewi”. Tapi ada sumber lain yang menyebutkan, “Dieng” berasal dari kata dalam bahasa Jawa, yaitu “edi” yang berarti indah/cantik dan “aeng” yang berarti aneh. Jadi “dieng” berarti “tempat yang indah dan punya keanehan”.

Keistimewaan
Kawasan Dieng Plateu mempunyai beberapa obyek wisata yang dapat Anda kunjungi, di mana tempatnya saling berdekatan. Selain obyek wisata alam seperti telaga dan kawah, Anda juga bisa mengunjungi obyek wisata sejarah berupa candi.

Begitu memasuki gerbang utama yang ada di dataran Dieng, Anda akan disambut sebuah kompleks candi yang dinamakan Candi Pandawa. Kompleks ini berisi 5 candi, yaitu Candi Semar, Arjuna, Srikandi, Sembadra, dan Puntadewa. Candi-candi yang tersebar di kawasan ini bercorak Hindu.


Menurut cerita yang beredar di masyarakat, pada abad ke-7 Masehi ada seorang putri bernama Dewi Sima. Ia adalah keturunan Dinasti Sanjaya yang memerintah Kerajaan Kalingga, dengan gelar Ratu Sima. Kerajaan ini dikenal sebagai kerajaan yang bernafaskan Hindu. Pada masa pemerintahannya, Ratu Sima mendirikan candi-candi yang ada di tempat ini sebagai bentuk pemujaan.

Ratu Sima tidak hanya mendirikan satu kompleks Candi. Tetapi ia juga mendirikan beberapa candi lain, di antaranya Candi Gatotkaca yang terletak di bukit Pangonan, Candi Dwarawati yang berada di kaki Gunung Prahu, dan Candi Bima yang merupakan candi terbesar di kawasan wisata Dieng Plateu. Candi-candi yang berada di luar kompleks pada umumnya letaknya menyendiri dan dikelilingi pepohonan.


Obyek wisata alam yang terkenal di tempat ini adalah Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Kedua telaga itu letaknya berdekatan. Dinamai Telaga Warna karena telaga ini memantulkan berbagai warna. Kandungan belerang yang ada di dalamnya memantulkan warna kehijauan, sedangkan ganggang merah yang ada didasar telaga memantulkan cahaya kemerahan dan jernihnya air telaga yang berwarna biru muncul dari pantulan gradasi sinar matahari. Nama Telaga Pengilon sendiri berarti telaga cermin. Air di telaga ini sangat jernih dan bisa memantulkan bayangan benda yang ada di sekitarnya.

Di kawasan obyek wisata Telaga Warna dan Telaga Pengilon juga terdapat beberapa gua. Salah satu di antaranya adalah Gua Semar. Panjangnya kira-kira 4 m dengan dinding batu, dan biasanya digunakan untuk bermeditasi. Selain Gua Semar, ada bebarapa gua lain yaitu, Gua Sumur dan Gua Jaran. Di dalam Gua Sumur terdapat satu mata air yang disebut “Tirta Prawitasari”.

Selain telaga dan gua, di kawasan Dieng Plateu juga terdapat beberapa kawah. Kawah-kawah tersebut terbentuk dari letusan gunung-gunung yang mengelilingi tempat ini. Salah satunya adalah Kawah Sikidang. Kawah ini menyemburkan air dan lumpur panas serta mengeluarkan aroma busuk yang berasal dari kandungan belerang yang ada di dalamnya (kandungan belerang di kawah ini masih dalam taraf aman bagi para pengunjung). Di sekitar tempat ini terdapat banyak lubang yang mengeluarkan air panas bercampur belerang, sehingga Anda harus berhati-hati saat berjalan. Selain Kawah Sikidang, ada juga Kawah Candradimuka dan Kawah Sileri, yang letaknya tidak jauh dari Kawah Sikidang.

Kawah di dataran Dieng

Di kawasan wisata Dieng Plateu terdapat sebuah mata air yang terkenal sebagai sumber mata air sungai Serayu, dengan nama Tuk Bimalukar. “Tuk” berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang artinya mata air, sedangkan “bimalukar” diambil dari mitos yang beredar di daerah ini. Para penduduk yakin bahwa mata air ini berasal dari air kencing Bhima Sena (tokoh pandawa dalam pewayangan) yang sedang berlomba dengan para Kurawa untuk membuat sungai. Pada saat ia membuka pakaiannya, Bhima Sena melihat perempuan cantik yang mengganggunya dan ia berkata “sira ayu” (dalam bahasa indonesia mempunyai arti “kamu cantik”). Setelah itu, air kencing Bhima Sena menjadi sebuah mata air dan menjadi sumber dari Sungai Serayu (nama Serayu berasal dari kata “sira ayu” yang diucapkannya). Menurut kepercayaan penduduk, air yang berasal dari Tuk Bimalukar bisa menyebabkan awet muda.


Mata air Tuk Bimakular

Setelah puas mengunjungi obyek wisata alam dan sejarah, Anda juga bisa menonton film berdurasi sekitar 20 menit di Dieng Plateu Theater. Letak teater ini di lereng bukit Sikendil, kira-kira 300 m dari Telaga Warna. Di sini Anda akan menyaksikan beberapa peristiwa yang pernah terjadi di kawasan Dataran Tinggi Dieng, salah satunya adalah peristiwa tragedi Kawah Sinila pada tahun 1979 yang menewaskan ratusan penduduk Dieng. Sarana yang disediakan oleh pihak pengelola obyek wisata Dieng Plateu ini bermanfaat bagi Anda yang tertarik dengan sejarah Dieng.

Namun bagi Anda yang masih ingin mengunjungi tempat wisata yang berada tidak jauh dari kawasan Dieng Plateu, cobalah untuk berkunjung ke perkebunan teh Tambi. Di tempat ini, Anda tidak hanya bisa memandang hijaunya hamparan pohon teh, tetapi bisa juga menikmati sajian teh yang dihasilkan dari perkebunan.  

Lokasi

Obyek-obyek wisata yang berada di kawasan Dieng Plateu dikelola oleh dua Kabupaten yaitu, Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Meskipun sebenarnya Dataran tinggi Dieng terletak di antara perbatasan tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Banjarnegara, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Akses

Akses menuju ke Dataran Tinggi Dieng lebih mudah jika ditempuh dari Kota Wonosobo, karena jalannya dapat dilalui kendaraan bermotor. Tetapi jika Anda berencana membawa kendaraan pribadi, jangan lupa untuk memastikan bahwa kendaraan Anda dalam keadaan baik. Hal ini disebabkan medan jalan yang akan dilalui cukup berliku dan menanjak. Tak jarang di tepi kanan atau kiri jalan bersebelahan dengan jurang yang dalam.


Kota Wonosobo

Namun bila ingin naik kendaraan umum, Anda bisa berangkat dari terminal Kota Wonosobo dan menempuh jarak kira-kira 30 km dengan waktu tempuh antara 45 menit —1 jam. Ongkos yang harus dibayar sekitar Rp 7.000/orang (November 2008).

Harga Tiket

Harga tiket memasuki kawasan wisata Dieng Plateu sebesar Rp 2.000/orang. Harga ini belum termasuk tarif mengunjungi obyek-obyek wisata di seputar kawasan ini. Harga tiket terusan untuk masuk ke semua obyek wisata sebesar Rp 12.000/orang, dan sudah termasuk asuransi Jasa Raharja. Khusus bagi Anda yang ingin mengunjungi satu atau dua obyek tertentu dikenakan harga tiket sebesar Rp 4.000/orang untuk satu obyek wisata (November 2008).

Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Fasilitas yang bisa Anda gunakan di area wisata Dieng Plateu adalah mushola bagi para pengunjung yang akan menunaikan ibadah sholat. Ada juga pasar tempat berjualan cenderamata serta produk makanan khas Dieng, seperti sayuran, buah carica (buah ini hanya tumbuh di dataran tinggi Dieng, bentuknya lebih kecil dari pepaya, biasanya diolah menjadi manisan dan jamur khas Dieng). Pasar  tersebut disediakan oleh pihak pengelola untuk memanjakan para pengunjung yang ingin berbelanja.

Buah Carica di dataran Dieng

Selain pasar, di kawasan ini juga terdapat banyak warung makan bagi para pengunjung yang lupa membawa bekal makanan dari rumah. Untuk Anda yang ingin bermalam, di tempat ini juga tersedia banyak pilihan losmen/penginapan, dengan beragam fasilitas yang ditawarkan.

Potensi Agrowisata Di Jawa Tengah

Agrowisata nan indah 300x225 Potensi Agrowisata Di Jawa Tengah. Kalau kita bicara masalah wisata kita akan terbiasa dengan wisata sejarah, pantai, kerajinan dan lainnya. Satu hal yang kadang terlupakan bahwa beberapa tempat di Jawa Tengah yang merupakan sentra perkebunan menyimpan potensi untuk dikembangkan sebagai tempat tujuan agrowisata.

Dengan adanya agrowisata ini dimungkinkan untuk memberikan variasi pilihan bagi wisatawan untuk menikmati wisata dengan suasana yang lain. Disamping menikmati kondisi alam yang mempesona juga memungkinkan bagi wisatawan untuk melihat lebih dekat dan berinteraksi secara langsung dengan aktivitas perkebunan dan hutan.

Beberapa tempat yang menyimpan potensi untuk dikembangkan menjadi tempat tujuan Agrowisata antara lain :
Perkebunan Teh Kaligua
Perkebunan ini terletak di sebelah barat kaki gunung Slamet, tepatnya di Desa Pandansari, Paguyangan, kabupaten Brebes, provinsi Jawa Tengah. Lokasi ini memiliki ketinggian 1.500 s.d. 2.050 m di atas permukaan laut dan suhu antara 8 s.d. 28 derajat Celcius. Jarak tempuh +/- 10 km ke arah timur dari Kecamatan Paguyangan.

Pesona kebun teh dan pemandangan alam yang indah, dan goa Jepang yang bersejarah merupakan sebuah paket wisata pegunungan yang mengasyikkan. Fasilitas yang ditawarkan oleh tempat ini antara lain tea walk, pembibitan teh, panen teh, pabrik pengolahan teh, jasa layanan teh, penginapan, lapangan tenis dan bilyar.

Tersedia juga area perkemahan, outbound games, petilasan (van de Jong, mbah Joko), turbin kuno, goa Jepang, Tuk Bening, goa Barat, Puncak Sakup, dan pusat layanan kesehatan. Objek wisata lain yang berdekatan dengan wisata agro ini adalah Telaga Renjeng, pemandian air panas Tirta Husada, waduk Penjalin, pemandian air panas Cipanas, Buaran, waduk Malahayu, dan pantai Randusanga.

Perkebunan Teh Tambi

Perkebunan Teh Tambi terhampar luas di lereng gunung Sindoro, dengan ketinggian 1.200 s.d. 2.000 m di atas permukaan laut. Suhu udara antara 15 derajat – 24 derajat celicius. PT Tambi mengelola 3 unit perkebunan teh yang terletak di Bedakah (desa Buntu), Tanjungsari (desa Ngadisalam) serta desa Tambi dengan luas area mencapai 829 Ha yang dilengkapi beberapa fasilitas, seperti rumah makan, rumah pondokan, tour pabrik teh, ruang pertemuan, outbound, dan api unggun.

Perkebunan Kopi Tlogo
Agrowisata perkebunan Tlogo terletak di desa Delik, kabupaten Semarang, Jawa Tengah seluas 415 hektar dengan ketinggian 400 s.d. 675 meter di atas permukaan laut.

Cuaca yang sejuk dan udara bersih nan bebas polusi akan menemani saat-saat Anda menikmati panorama indah serta pemandangan beraneka tanaman perkebunan seperti kopi, karet, cengkeh, pala dan juga berbagai buah tropis semisal durian, mangga, pisang, alpukat, rambutan, jambu biji dan lain sebagainya. Selain itu, di sini, dari kejauhan dapat juga disaksikan pemandangan Rawapening yang menawan.

Hutan Wisata Penggaron
Kawasan Penggaron berada di ketinggian sekitar 350 m di atas permukaan laut, dengan suhu udara berkisar antara 20°C s.d. 26°C, yang menawarkan udara segar nan bersih. Kawasan ini berada sekitar 17 km dari pusat kota Semarang, dan hanya 2 km dari pusat kota Ungaran, sehingga kawasan ini mudah dijangkau dari lingkungan pemukiman penduduk.

Penggaron didominasi oleh hutan pinus yang berhawa sejuk, tetapi kita juga dapat menyaksikan berbagai spesies lainnya di sini. Objek wisata ini dilengkapi dengan lapangan golf, arena perkemahan serta tempat bermain anak yang menyenangkan.

Hutan Jumprit
Jumprit merupakan objek wisata spiritual di lereng gunung Sindoro dengan panorama alam pegunungan dan bumi perkemahan berhawa sejuk. Tempat ini erat hubungannya dengan legenda Kyai Nujum Majapahit yang tertulis dalam serat Chentini. Di dekat mata air jumprit terdapat makam Ki Jumprit.

Di sini peziarah melakukan semedi yang biasanya dilanjutkan dengan mandi kungkum, membuang celana dalam, BH sebagai perlambang menghilangkan sial. Air jumprit juga digunakan sebagai air berkah untuk upacara Tri Suci Waisak setiap tahunnya.

Kawasan ini terletak di sebelah barat kecamatan Ngadirejo, berjarak sekitar 28km dari kota Temanggung. Jalan sampai lokasi sudah diaspal sehingga perjalanan cukup menyenangkan sambil menikmati potensi agrowisata. Anda dapat menginap di wisma yang telah disediakan. Anda juga dapat menikmati udara udara segar serta indahnya pemandangan matahari terbit.

Kebun Teh Pagilaran

Pemandangan dan pesona hamparan kebun teh di pegunungan dengan ketinggian 1.000 sampai 1.500 meter dpt.Air terjun/Curung Binorong dan Curung Kembar, dengan pemandangan di sekitarnya yang indah dan alami, dan hamparan kebun teh dan kebun cengkeh sepanjang lereng pegunungan.

Lingkungan pertamanan yang sehat, alami dan segar, jauh dari kebisingan dan polusi. Suhu kebun 15 0 – 18 0 C pada malam hari, 21 0 – 25 0 C pada siang hari.Melihat proses pembuatan teh mulai dari pemetikan, pengolahan sampai pengepakan di pabrik .

Lokasi yang terletak di Pagilaran, Kecamatan Blado, Kabupaten  Batang bisa ditempuh dengan Kendaraan Pribadi ataupun kendaraan khusus (tour wisata ) dari Yogyakarta lewat Temanggung memakan waktu + 3,5 jam, dari Semarang lewat Sukorejo + 2,5 jam dan dari Solo + 4,5 jam.