Site Map

Indahnya Panorama Baturaden

Baturraden adalah keindahan yang memancar dari lereng Gunung Slamet. Lokasi wisata yang berjarak hanya sekitar 15 km dari kota Purwokerto, Jawa Tengah ini, tak hanya menyimpan panorama alam yang molek, tetapi juga cerita rakyat tentang Raden Kamandaka, atau Lutung Kasarung yang cukup akrab di masyarakat Indonesia.

Bali Deso Bangun Deso Masuki Tahap III

SEMARANG - Gerakan Bali nDeso mBangun Deso (BDBD) yang menjadi obsesi Gubernur Jateng H. BIBIT WALUYO untuk mencapai Visi : “Terwujudnya Masyarakat Jawa Tengah Yang Semakin Sejahtera, Mandiri, dan Berdaya Saing Tinggi”, kini hampir memasuki Tahap III dari 3 (tiga)

Bupati Rembang Raih Parahita Ekapraya Madya

REMBANG - Bupati Rembang H Moch Salim baru-baru ini meraih Penghargaan Parahita Ekapraya Madya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Balai Kartini Jakarta pada puncak peringatan Hari Ibu (22/12)

Museum Sangiran, Resmi jadi Warisan Budaya Dunia

Sejak dibangun pada 2005 silam, museum sangiran yang terletak di Kecamatan Kalijambe, akhirnya diresmikan penggunaannya oleh Wakil Menteri pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan yang juga sebagai pembuat Desain Engginering Plan Sangiran, Prof Dr. Windu Nuryati, PHD

Tampilkan postingan dengan label Lintas Kedu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lintas Kedu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2012

Kepala Sekolah Wajib Bebaskan Biaya Operasional Sekolah Bagi Siswa Miskin

WONOSOBO - Tugas dan tanggung jawab Kepala Sekolah yang akan memulai jabatannya pada awal tahun 2012 semakin berat. Salah satu kewajiban yang harus menjadi komitmen dan dijalankan adalah membebaskan setiap siswa miskin dari seluruh biaya operasional sekolah, serta meningkatkan angka transisi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kewajiban tersebut tertuang dalam lembar Pakta Integritas, Komitmen Kerja Kepala Sekolah yang ditandatangani secara simbolis oleh Kepala SMA 1 Kaliwiro, Heri Pujiyanto SPd Msi, usai acara Pengambilan Sumpah/Janji dan Pelantikan 251 Kepala Sekolah TK, SD, SMP dan SMA di Sasana Adipura Kencana, Senin 9 Januari 2012.

Dalam Komitmen Kerja yang ditandatangani pula oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Mustangin SPd MSi dan Wakil Bupati Wonosobo, Dra Hj Maya Rosida MM tersebut, tertera 10 poin kewajiban dan komitmen yang harus dipatuhi setiap Kepala Sekolah.

Selain menggratiskan biaya operasional sekolah bagi setiap siswa miskin, Kepala Sekolah juga diharamkan melakukan tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dalam kegiatan pembelajaran dan pengambilan kebijakan, serta tidak melakukan tindakan amoral. Penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas juga dalam merencanakan, menganggarkan dan melaksanakan program dan kegiatan sekolah sesuai dengan RAPBS juga wajib dilaksanakan setiap Kepala Sekolah.

Sedangkan tujuh kewajiban Kepala Sekolah lainnya meliputi, tidak boleh menerima dan atau mengangkat pendidik dan tenaga kependidikan wiyata bakti/ karya bakti/ honorer di lingkungan sekolah, Menyukseskan program rintisan Wajib Belajar 12 Tahun, Wajib melaksanakan pendidikan lingkungan hidup dan menyukseskan program Kebun Bibit Sekolah (KBS) sepanjang tahun, mempertegas pelaksanaan program penguatan pendidikan agama secara intensif sesuai agama yang dianut siswa, mewajibkan siswa untuk berpakaian panjang sesuai ketentuan, menciptakan lingkungan bebas rokok, bebas miras dan bebas narkoba. Terakhir, setiap Kepala Sekolah diwajibkan untuk mendukung dan melaksanakan seluruh kebijakan pendidikan Pemerintah Kabupaten Wonosobo.

Wakil Bupati Wonosobo, Dra Hj Maya Rosida MM dalam sambutan pengarahannya menyatakan mendukung penuh pakta integritas tersebut. Pakta integritas diperlukan sebagai kontrol terhadap kinerja, serta media peningkatan profesionalitas dan kualitas pendidikan di setiap sekolah. Hal tersebut juga dinilai sebagai salah satu bentuk upaya meningkatkan kualitas siswa, baik dari segi akademis, maupun mental spiritual. Adanya tuntutan bagi setiap Kepala Sekolah untuk menerapkan model pakaian panjang yang menutupi aurat juga diharapkan mampu menekan angka demoralisasi di kalangan pelajar yang kian memprihatinkan. Menurut Wabup, hal tersebut menjadi tanggung jawab seorang kepala sekolah, baik di dunia maupun akhirat.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo, Mustangin SPd MSi menegaskan bahwa keberadaan Pakta Integritas yang baru mulai pada periode 2012 tersebut akan terus dilanjutkan pada pelantikan di masa-masa mendatang. Mustangin juga menjelaskan masih adanya 90 formasi Kepala Sekolah SD di Kabupaten Wonosobo yang belum terisi. Pihaknya akan mengupayakan untuk dapat mengisi kekosongan tersebut pada awal 2012, agar tidak sampai mengganggu proses dan kegiatan belajar mengajar.  *kontributorWonosobo

Senin, 09 Januari 2012

DPU Akan Upayakan Penangann Darurat Secepatnya

KEBUMEN -- Kerusakan  jalan akibat Tanah longsor yang terjadi di ruas  jalan  Krakal- Wadasmalang, tepatnya Dukuh Kedondong, Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung, secepatnya   akan ditangani. Penanganan darurat akan dilakukan  dengan  menggunakan senpeg (timbunan  karung yang diisi pasir).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid  Binamarga, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kebumen.  Pihaknya sudah mengecek lokasi  dan  bersama  dengan Badan Penanganan  Bencana  Daerah (BPBD)  Kabupaten Kebumen, saat ini sedang  melakukan  inventarisasi kerusakan. Untuk selanjutnya akan diusulkan  ke pusat untuk mendapatkan penanganan menyeluruh. 

Lebih lanjut  Dwiyono menambahkan  ada beberapa daerah di wilayah Kabupaten kebumen  yang mengalami  bencana tanah longsor. dan saat ini pihaknya  telah melakukan penanganan  darurat. Seperti dengan  mendatangkan alat berat untuk  membersihkan longsoran yang menutup jalan, hingga  penanganan dengan  senpeg, untuk menyambung jalan sementara.  Sehingga  lalu lintas pengguna jalan  tidak terganggu, dan warga  pengguna jalan tidak  harus kerepotan memutar jalan.  

Kondisi wilayah kebumen  yang banyak  pegunungannya memang  cukup labil, dan sangat berpotensi terjadi longsor dan tanah bergerak. *kontributorKebumen_nn 

Jumat, 06 Januari 2012

Beternak Kelinci Tingkatkan Kesejahteraan

TEMANGGUNG - Bupati Temanggung Drs. Hasyim Afandi mengemukakan, usaha peternakan  kelinci  menjanjikan keuntungan besar manakala dikelola secara  baik dan benar. Dengan demikian  melalui kegiatan usaha peternakan warga berpeluang mendapat penghasilan guna meningkatkan kesejahteraannya.

Hal itu dikatakan Bupati pada acara temu jejaring agribisnis  kelinci  di balai desa Muntung Kecamatan Candiroto Rabu (4/1). Dalam acara  tersebut Bupati didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Kepala kantor Katahanan Pangan dan pejabat terkait serta diikuti sejumlah peternak kelinci.

“Usaha  peternakan  kelinci  pada dasarnya menjanjikan keuntungan  yang lumayan  besar,  apabila dikelola   secara sungguh-sungguh  sesuai  aturan  cara beternak yang benar. Melalui usaha peternakan  akan memperoleh  keuntungan ganda yakni disamping  hewan ternak  yang bisa dijual, juga  menghasilkan pupuk kandang  dan air kencing untuk memupuk berbagai tanaman pertanian“ Ujarnya seraya menambahkan menyambut positif  program budi daya ternak kelinci yang dipelopori  UPFMA Desa Muntung.

Menurut Bupati, sektor peternakan kelinci  merupakan peluang  usaha yang memiliki prospek  cerah untuk terus dibudidayakan oleh warga masyarakat. Populasinya cepat harga jualnya mencapai puluhuan ribu hingga ratusan ribu rupiah /ekor.  Oleh karena itu  kepada warga masyarakat khususnya dipedasaan  yang saat ini sudah memiliki usaha peternakan kelinci hendaknya  terus dikembangkan agar populasinya terus bertambah. Sedang bagi warga yang belum tertarik  dibidang peternakan, diharapkan  mulai  merintis usaha tersebut  sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu ketua UP FMA desa Muntung  Heri Susanto menuturkan, usaha peternakan kelinci  mulai dirintis sejak tahun  2009 silam. Pada awal usaha jumlahnya hanya beberap ekor saja, namun sekarang  jumlahnya terus berkembang  mencapai ratusan ekor.

Diutarakan  melalui usaha agribisnis kelinci peternak  sudah bisa menikmati keuntungan  dengan menjual anakan kelinci  yang laku hingga ratusan ribu rupiah tiap ekor.  Agar usaha tersebut terus berkembang, pihaknya  telah menyelenggarakan pelatihan manajemen usaha agribisnis kelinci dan kampanye gerakan  agribisnis  kelinci. *Hms/Edy Laks

Pasar Kliwon Temanggung Diresmikan, Mampu Tampung 1770 Pedagang

TEMANGGUNG - Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Ir. Sujarwanto atas nama Gubernur meresmikan penggunaan Pasar Kliwon Temanggung, Kamis (5/1). Peresmian ditandai dengan  pengguntingan pita dan penandatangan batu prasasti yang disaksikan Bupati Temanggung Hasyim Afandi, pejabat forum komunikasi pimpinan daerah dan pejabat terkait. Selain pasar Kliwon, bangunan lain yang diresmikan  yaitu Kantor Kecamatan Kandangan, gedung BPR BKK, Puskesmas Darmo Rini  dan gedung  bioskop 3 dimensi.

Gubernur dalam sambutannya tertulisnya mengatakan, diresmikannya pasar Kliwon Temanggung  hendaknya dimanfaatkan oleh pedagang untuk berjualan dengan menjaga kebersihan, kenyamanan dan ketertiban. Dengan demikian operasional pasar bisa berjalan lancar dan menarik minat pengunjung sehingga pasar ramai, roda ekonomi masyarakat  maju dan berkembang.

“Jadikan pasar Kliwon Temanggung menjadi pasar tradisional yang terkelola dengan baik, sehingga mampu bersaing dengan pasar modern yang semakin banyak berdiri. Buat kegiatan  yang bisa menarik minat banyak pengunjung, sehingga perdagangan menjadi ramai dan pedagang sejahtera, “ pintanya.
 
Bupati Hasyim Afandi  menjelesakan,  pasar Kliwon Temanggung yang terbakar pada tahun 2008 mulai dibangun kembali pada tahun 2010 dan 2011 menghabiskan biaya Rp.19,1 miliar bersumber   dari APBD II. Kini setelah selesai dibangun, pasar  Kliwon yang diberi nama Rejo Amertani itu mampu menampung 1770 pedagang yang selama ini berjualan di pasar darurat.

Diharapkan  dengan diberi nama pasar Rejo Amertani, pasar akan menjadi ramai sehingga roda perekonomian  masyarakat berjalan  optimal.  Seusai peresmian dilanjutkan peninjauan pasar,  gedung BPR BKK, bioskop 3 dimensi dan gedung perpustakaan Kartini Kowangan.  *Humas Temanggung_Edy Laks_ed.bs.

Selasa, 03 Januari 2012

Bahas Lahan Kritis, Bupati Wonosobo Ajak Dialog dengan Kelompok Tani

WONOSOBO - Keprihatinan terhadap kondisi lahan kritis di kawasan dataran tinggi Dieng yang masih terus digunakan untuk aktifitas bertani, melatarbelakangi pertemuan antara Bupati dengan 54 Ketua Kelompok Tani Se-Kabupaten Wonosobo, di Pendopo kabupaten, baru-baru ini.

Secara khusus, Bupati mengundang para penggiat pertanian tersebut demi mendiskusikan hal-hal mendesak yang harus diupayakan, khususnya terkait semakin parahnya kerusakan lahan di kawasan atas, seperti Kejajar, Watumalang, Kertek, dan Mojotengah.

Kepada para petani, Bupati yang dalam kesempatan tersebut didampingi anggota Komisi B DPRD Wonosobo, Syarif Abdullah, menjelaskan bahwa kondisi di keempat kawasan itu, khususnya dataran tinggi Dieng, sudah tak layak lagi, baik untuk produksi pertanian, maupun hunian.

Contoh beberapa Desa, seperti Tieng, Igirmranak, Serang, hingga Surengede menurut Bupati sudah saatnya dipikirkan relokasi bagi penduduknya. Beberapa alternatif relokasi, mulai transmigrasi lokal (translokal), hingga transmigrasi model AKAD (Angkatan Kerja Antar Daerah) sudah dikonsep oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo.

Diharapkan, dengan adanya berbagai alternatif tersebut, penduduk setempat dapat mempertimbangkan untuk mau direlokasi dari kawasan rawan bencana, ke arah yang lebih aman.

Kepada para petani, Kholiq juga meminta agar mereka membuat Peta luasan lahan di masing-masing wilayah, beserta potensi yang dapat dioptimalkan untuk produksi pertanian, terutama yang memungkinkan untuk pembukaan lahan baru. Kawasan tepian hutan yang masih dapat dijadikan lahan produktif juga menjadi pilihan untuk relokasi translokal.

Melalui skema kerjasama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Bupati berharap agar langkah itu mampu diupayakan lebih cepat. Dengan demikian, pemikiran untuk merelokasi hampir separo warga masyarakat Kejajar dapat berjalan sesuai harapan.

Selain paparan terkait kondisi rawan bencana, Bupati juga mengajak para petani berpikir lebih modern, dengan optimalisasi teknologi pertanian. Luasan lahan tegalan dan hutan di Kabupaten Wonosobo yang hanya 18.900 hektar dinilai Bupati merupakan sumber kemiskinan. Hal itu karena setiap KK hanya dapat mengelola maksimal 0,2 hektar sangat tidak mencukupi untuk menghidupi anggota keluarga, jelas Bupati. Demi menyiasati kondisi itu,

Bupati meminta beberapa penyuluh pertanian yang hadir, agar merumuskan konsep pertanian modern, termasuk bagaimana mengupayakan pupuk organik secara lebih optimal, demi mengurangi bahaya pestisida, yang saat ini mendominasi lahan pertanian.

Ajakan Bupati tersebut mendapat respon positif dari para petani. Syarifudin, Ketua Kelompok Tani Muda Kertek menyambut baik ajakan untuk mengoptimalkan budidaya pertanian dengan cara lebih modern. Hanya saja, pihaknya meminta agar para PPL juga membantu mengupayakan adanya laboratorium untuk mengukur kadar asam-basa tanah, demi tercapainya peningkatan kualitas produksi pertanian. Selain itu, pemerintah diharapkan lebih peduli terhadap fluktuasi harga produk pertanian, sehingga petani dapat berharap hasil yang lebih stabil saat panen.  *kontributorHumasWonosobo

Kebumen Expo Sedot 54 Ribu Pengunjung Omset Penjualan Capai Rp 1,7 Milyar Lebih

KEBUMEN - Kebumen Expo 2011 sudah usai, Senin malam (2/1).  Data transaksi  Kebumen Expo 2011 menunjukan omset penjualan  mencapai Rp 1,7 Milyar lebih, atau terdapat kenaikan  dibanding  Kebumen Expo  2010 yang mencapai Rp 1,6 milyar. Sementara dari  data pengunjung  Kebumen Expo  tercacat sebanyak  54 ribu pengunjung.

Capaian omset penjualan tersebut berasal dari di 2 lokasi pameran, yaitu  64 stand di  Gedung Setda serta 60 stand di Jalan Veteran. Dengan  rincian  omset penjualan di Gedung Setda  kurang lebih Rp. 1.281.773.360  serta  di Jalan Veteran kurang lebih   Rp 484.448.240.

Capaian Omset dari stand di Gedung Detda di hari pertama kurang lebih  Rp 181.813.200 , di hari kedua  Rp 86.846.160, di hari ketiga Rp 231.453.000 serta di hari keempat Rp 226.560.000. Sementara di hari kelima  kurang lebih Rp427.570.000, omset transaksi di hari  keenam  Rp 82.367.000 serta  hari terakhir  Rp 45.164.000.

Sementara  untuk capaian omset penjualan pameran yang berlokasi di  Jalan Veteran  di hari pertama  kurang lebih  Rp 121.208.800,  di hari kedua  Rp 57.897.440,  di hari ketiga  Rp 154.302.000 serta  pada hari terakhir  Rp 151.040.000.

Kebumen Expo 2011 merupakan salah satu  kegiatan  untuk memeriahkan Hari Jadi Ke-76  Kabupaten Kebumen.  Kegiatan tersebut diikuti semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD),  perbankan, lembaga pendidikan, pelaku bisnis, serta pelaku usaha kecil dan menengah. Berbagai produk unggulan ditampilkan, seperti batik, makanan khas Kebumen, kerajinan, serta  potensi dan prestasi Kabupaten Kebumen.

Selain sebagai  media strategis untuk mengenalkan hasil-hasil pembangunan yang telah diraih  Kabupaten Kebumen, Kebumen Expo 2011 sekaligus promosi produk unggulan serta menciptakan dan  memperluas jaringan usaha.Kebumen Expo 2011 juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat Kebumen. Untuk lebih memeriahkan suasana,dibangun dua buah  panggung kesenian, yang  menampilkan berbagai kesenian  tradisional hingga  band pelajar.  *kontributorHmsKebumen_nn

Selasa, 27 Desember 2011

Musibah Tanah Longsor, Dua Rumah Hancur dan Saluran Irigasi di Lahan Pertanian 10 Hektar Terputus

KOTA MUNGKID - Hujan deras kembali membuat tanah longsor dan menyebabkan dua rumah di Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang hancur. Dua rumah itu tertimbun longsoran tebing setinggi tujuh meter dan 20 meter.

Selain itu, kejadian ini juga mengakibatkan saluran irigasi yang mengairi 10 hektare lahan pertanian terputus. Meski tidak ada korban jiwa, namun akibat kejadian ini ditaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Sebab, semua barang-barang di dalam rumah tersebut tak terselamatkan dan ikut tertimbun.

Kondisi kedua rumah yang dari kayu dan bambu itu juga menjadi rata dengan tanah. Dua rumah yang hancur itu adalah milik Mugiyono,56, bersama istrinya Saripah,47, di Dusun Sabrang RT.7/RW.4. Dan rumah milik Marsandi (40th), di Dusun Tubansari. Rumah keduanya ini tertimbun tanah longsor dari tebing yang ada di belakang rumahnya.

Kepala Dusun Sabrang, Zarkoni mengatakan, kejadian tanah longsor ini terjadi pada Selasa malam (20/12) sekitar pukul 20.00 WIB. Sebelumnya terjadi hujan deras sejak pukul 13.00 WIB hingga tengah malam. Beruntung, sebelum terjadi penghuni rumah telah diperintahkan pindah.

’Setelah hujan sejak siang, pukul 15.00 sudah mulai kelihatan longsor. Rumah milik Mugiyono mulai terkena longsoran di sebagian dapur dan kamar mandinya. Karena itu langsung saya perintahkan pindah ke rumah saudaranya tak jauh dari rumahnya,’’ katanya kemarin.

Rumah milik Marsandi yang berada di Dusun Tubansari juga kondisinya tidak jauh beda. Menurutnya, rumah ini juga hancur rata dengan tanah dan penghuninya sudah lebih dulu pindah. Selain menghancurkan dua rumah, selama hujan sejumlah pohon peneduh juga tumbang.

Muksi (50th), adik kandung Mugiyono mengatakan, kakak kandungnya kini mengungsi di rumahnya dengan istrinya. Mugiyono yang mengalami sakit lumpuh karena dulunya kecelakaan ini hanya sempat menyelamatkan televisi dan sebuah almari. Ia dibantu istrinya pindah ke rumahnya. ’Hanya televisi dan almari yang sempat diselamatkan. Kalau ditaksir kerugiannya sekira Rp100 jutaan, karena rumahnya hancur total,’’
jelasnya.

Zarkoni menambahkan, selain menyebabkan dua rumah rusak, hujan deras juga membuat Sungai Butek di Desa Margoyoso meluap. Akibatnya, tebing sungai yang ada di Dusun Tubansari longsor dan menutup jalan desa. Saluran irigasi yang mengairi 10 hektare sawah juga tertutup.

‘’Badan sungai itu tertutup longsor, sehingga aliran sungai menyimpang dan merusak sejumlah ladang milik warga. Total ada 13 titik longsor selama hujan lebat ini, namun lainnya hanya longsor kecil,’ ungkapnya.

Menurut Zarkoni, hujan lebat di kawasan dusunnya ini mudah sekali menyebabkan kejadian tanah longsor. Sebab, kawasannya merupakan perbukitan dengan tekstur tanahnya berupa tanah gambut dan labil. Tercatat ada delapan rumah warga lainnya yang terancam longsor.

Sementara Camat Salaman, Edy Wasana, SH juga mengatakan, wilayahnya memang menjadi langganan terjadi tanah longsor. Untuk itu, ia berharap supaya warga waspada dan mawas diri. Khususnya pada periode puncak musim hujan pada Desember dan Januari nanti. ‘’Kita sudah melakukan pelatihan penanganan bencana, dan bisa dipraktekkan dengan baik,’’ katanya.  *KontributorHumasMagelang

Jumat, 23 Desember 2011

Kabupaten Magelang Miliki 541 Unit Koperasi Potensial

KOTA MUNGKID - Keberadaan koperasi yang seharusnya sangat mendukung perekonomian nasional, namun saat ini dirasa masih belum optimal. Hal ini perlu bisa maklumi, mengingat berbagai hambatan yang melingkupinya. Namun, keberadaan koperasi telah teruji dalam menghadapi kesulitan usaha, karena dalam keadaan krisis ekonomi ternyata koperasi tetap berada pada tingkat aman dan stabil.

"Sesuai data  tahun 2010, Kabupaten Magelang memiliki koperasi berbadan hukum sebanyak  541 unit, jumlah anggota  157.114 orang, memiliki volume usaha sebesar Rp 313,24 miliar  dengan  Sisa Hasil
Usaha (SHU) sebesar Rp 8,34 miliar," kata Bupati Magelang, Ir Singgih Sanyoto dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Magelang, Drs Djanu Trepsilo MM, pada Rakor Bakohumas, Rabu (21/12).

Menurut Bupati Singgih,  data tersebut menunjukkan  potensi besar yang dimiliki oleh koperasi di Kabupaten Magelang, yang perlu terus dikembangkan agar dapat  memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi para anggotanya.  "Perlu kami sampaikan, Kabupaten Magelang pada tahun 2012 mendatang, diprogramkan dapat menjadi Kabupaten Penggerak Koperasi Utama." katanya.

Sedangkan  tahun 2010, Kabupaten Magelang telah mendapat predikat sebagai Kabupaten Penggerak Koperasi  oleh Kementerian Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Untuk itu  diperlukan kerja keras dari seluruh komponen yang ada  dalam rangka mewujudkan  tujuan berkoperasi.

Dengan segala potensi yang dimiliki, Gerakan Koperasi di Kabupaten Magelang  dapat mengembangkan sikap positif dan optimis dalam menatap masa depan yang penuh tantangan. Dengan sikap dan tekad tersebut, maka gerakan Koperasi diharapkan akan tumbuh kuat dan kreatif dalam menyikapi setiap perubahan yang terjadi.

Untuk mewujudkan tekad dan semangat tersebut maka diharapkan seluruh komponen yang ada, baik Pemerintah, UMKM, Dekopinda,  serta  semua pelaku usaha, dapat bersama-sama mengembangkan dan memperkuat kerjasama, kesetiakawanan, dan meningkatkan kinerja kolektif  dalam semangat kebersamaan dan solidaritas.

Pemerintah Kabupaten Magelang, melalui Dinas Perindustrian koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah, sesuai fungsi dan tugasnya terus berupaya agar koperasi dapat tumbuh dan berkembang semakin kuat, melalui program-program peningkatan kualitas dan kemandirian koperasi. Pemberdayaan koperasi perlu ditingkatkan melalui kegiatan revitalisasi kelembagaan, pembuatan database koperasi dari berbagai sektor serta melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap koperasi, juga mendorong kelompok usaha-usaha produktif untuk bergabung dalam kelompok, asosiasi maupun sentra agar mampu terus bersaing.

Ketua Koperasi Pariwisata Catra Gemilang Borobudur Suherman menyatakan,koperasi yang berkembang dan kuat akan lebih mempunyai kemampuan memberdayakan potensi anggotanya, sehingga cita-cita meraih kesejahteraan bisa lebih mudah diwujudkan. Menurut Suherman, sebagian besar anggota koperasi bergerak dibidang pariwisata sesuai dengan kondisi Magelang yang merupakan daerah tujuan wisata andalan Jawa Tengah. seperti Candi Borobudur dan lainnya.   *kontributorHumasMagelang

Musibah Tanah Longsor, Dua Rumah Hancur dan Saluran Irigasi di Lahan Pertanian 10 Hektar Terputus

KOTA MUNGKID - Hujan deras kembali membuat tanah longsor dan menyebabkan dua rumah di Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang hancur. Dua rumah itu tertimbun longsoran tebing setinggi tujuh meter dan 20 meter.

Selain itu, kejadian ini juga mengakibatkan saluran irigasi yang mengairi 10 hektare lahan pertanian terputus. Meski tidak ada korban jiwa, namun akibat kejadian ini ditaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Sebab, semua barang-barang di dalam rumah tersebut tak terselamatkan dan ikut tertimbun.

Kondisi kedua rumah yang dari kayu dan bambu itu juga menjadi rata dengan tanah. Dua rumah yang hancur itu adalah milik Mugiyono,56, bersama istrinya Saripah,47, di Dusun Sabrang RT.7/RW.4. Dan rumah milik Marsandi (40th), di Dusun Tubansari. Rumah keduanya ini tertimbun tanah longsor dari tebing yang ada di belakang rumahnya.

Kepala Dusun Sabrang, Zarkoni mengatakan, kejadian tanah longsor ini terjadi pada Selasa malam (20/12) sekitar pukul 20.00 WIB. Sebelumnya terjadi hujan deras sejak pukul 13.00 WIB hingga tengah malam. Beruntung, sebelum terjadi penghuni rumah telah diperintahkan pindah.

’Setelah hujan sejak siang, pukul 15.00 sudah mulai kelihatan longsor. Rumah milik Mugiyono mulai terkena longsoran di sebagian dapur dan kamar mandinya. Karena itu langsung saya perintahkan pindah ke rumah saudaranya tak jauh dari rumahnya,’’ katanya kemarin.

Rumah milik Marsandi yang berada di Dusun Tubansari juga kondisinya tidak jauh beda. Menurutnya, rumah ini juga hancur rata dengan tanah dan penghuninya sudah lebih dulu pindah. Selain menghancurkan dua rumah, selama hujan sejumlah pohon peneduh juga tumbang.

Muksi (50th), adik kandung Mugiyono mengatakan, kakak kandungnya kini mengungsi di rumahnya dengan istrinya. Mugiyono yang mengalami sakit lumpuh karena dulunya kecelakaan ini hanya sempat menyelamatkan televisi dan sebuah almari. Ia dibantu istrinya pindah ke rumahnya. ’Hanya televisi dan almari yang sempat diselamatkan. Kalau ditaksir kerugiannya sekira Rp100 jutaan, karena rumahnya hancur total,’’
jelasnya.

Zarkoni menambahkan, selain menyebabkan dua rumah rusak, hujan deras juga membuat Sungai Butek di Desa Margoyoso meluap. Akibatnya, tebing sungai yang ada di Dusun Tubansari longsor dan menutup jalan desa. Saluran irigasi yang mengairi 10 hektare sawah juga tertutup.

‘’Badan sungai itu tertutup longsor, sehingga aliran sungai menyimpang dan merusak sejumlah ladang milik warga. Total ada 13 titik longsor selama hujan lebat ini, namun lainnya hanya longsor kecil,’ ungkapnya.

Menurut Zarkoni, hujan lebat di kawasan dusunnya ini mudah sekali menyebabkan kejadian tanah longsor. Sebab, kawasannya merupakan perbukitan dengan tekstur tanahnya berupa tanah gambut dan labil. Tercatat ada delapan rumah warga lainnya yang terancam longsor.

Sementara Camat Salaman, Edy Wasana, SH juga mengatakan, wilayahnya memang menjadi langganan terjadi tanah longsor. Untuk itu, ia berharap supaya warga waspada dan mawas diri. Khususnya pada periode puncak musim hujan pada Desember dan Januari nanti. ‘’Kita sudah melakukan pelatihan penanganan bencana, dan bisa dipraktekkan dengan baik,’’ katanya.  *KontributorHumasMagelang

Rabu, 21 Desember 2011

Isteri Harus Bisa “Jaga” Suami Agar Tidak Korupsi

PURWOREJO - Seorang istri yang baik hendaknya ikut menjaga suami agar tidak melakukan tindak pidana korupsi. Bukan sebaliknya, terlalu banyak tuntutan kebutuhan diluar kemampuan, sehingga mendorong suami melakukan tindak pidana.

Hal itu disampaikan Nila Ardiani SH, Kasi Perdata dan TUN Kejaksaan Negeri Purworejo, ketika menjadi pembicara dalam penyuluhan hukum bagi pelaku Program Nasional Pemberdyaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MD). Penyuluhan hukum diselenggarakan oleh tim pokja advokasi hukum ruang belajar masyarakat (Rubelmas) PNPM-MD Kabupaten Purworejo. Penyuluhan berlangsung selama dua hari, dibuka Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg, Senin (19/12), di pendopo rumah dinas bupati. Kegiatan diikuti 1.000 peserta yang terbagi dua kelompok, tiap kelompok selama sehari. Mayoritas peserta adalah kaum wanita, yang merupakan ketua TP PKK kecamatan dan TP PKK desa.

Dikemukakan bahwa tindak pidana korupsi bisa disebabkan faktot internal dan eksternal. Faktor intenal misalnya dorongan kebutuhan, seperti gaji yang tidak cukup. Akibatnya beban dan tanggungjawab menjadi sangat berat. Atau nafsu  keserakahan, seperti agar hidup lebih mewah dan dapat memiliki barang bagus. Sedangkan faktor eksternal, bisa lingkungan dan peluang.  Faktor eksternal misalnya hidup dalam lingkungan yang menganggap bahwa perbuatan tersebut aman. Faktor peluang, karena kurangnya pengawasan.

Modus operandi yang dilakukan berbagai cara, antara lain mark up, penggelapan, dobel anggaran, pungutan liar/ suap, pembukuan ganda, pengadaan barang yang tidak sesusi petunjuk. Selain itu ada juga perjalanan dinas fiktif, pemalsuan dokumen, kredit macet, dan penggunaan anggaran yang tidak sesuai peruntukannya.

Upaya untuk menanggulangi korupsi melalui jalur penal dan non penal. Jalur penal, lebih menitik beratkan pada sifat represif, yakni pemberantasan sesudah terjadinya korupsi dengan menggunakan perangkat hukum. Sedang jalur non penal, lebih menitik beratkan pada sifat preventif, yaitu pencegahan/ pengendalian sebelum korupsi terjadi.

Bupati Mahsun di sela-sela pembukaan mengungkapkan bahwa tujuan pelaksanaan program PNPM untuk mensejahterakan masyarakat. Bentuk kegiatan bisa fisik seperti pembangunan jalan, atau non fisik seperti usaha ekonomi produktif. Menurutya banyak masyarakat yang menanyakan mengapa pelaksanaan PNPM untuk bangun jalan. Terkait dengan itu, ia mengajak untuk merenung kembali, bahwa jalan merupakan akses vital perekonomian pedesan. Dengan jalan yang bagus, masyarakat bisa membawa hasil bumi untuk dijual.

"Bila jalannya jelek, masyarakat bisa membawa hasil bumi ke pasar namun costnya terlalu tinggi. Sehingga tidak impas dengan hasil penjualan. Jadi dengan membangun jalan akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Coba lihat di daerah transmigrasi, mereka bisa panen pertanian, namun tidak bisa menjual. Hal iu karena tekendala jalan,” katanya.

Disisi lain ia mengakui bahwa, angka kemiskinan di Purworejo masih tinggi, bahkan diatas rata-rata nasional. Untuk menekan angka kemiskinan, aggaran pemda melalui APBD tidak bisa menjangkau seluruh desa. Untuk menjangkau ke desa ditopang melalui dana PNPM. Tentu dalam pelaksanaannya bisa tejadi sengketa. Untuk itu para pelaku harus tahu hukum, setidaknya melek hukum. (Humas Purworejo)

Korban Banjir Tieng Ditawari Bekerja di Perkebunan Sawit

WONOSOBO - Secercah harapan mulai membayang di pelupuk mata para pengungsi korban banjir bandang di Dusun Sidorejo Desa Tieng, Kejajar. Dalam pertemuan mendadak dengan Bupati Wonosobo, HA Kholiq Arif, Rabu malam, 21 Desember 2011 di Balai Desa Tieng, sedikitnya 30 Kepala Keluarga diberikan paparan mengenai sebuah solusi alternatif bagi kehidupan mereka pascabencana. Solusi tersebut adalah dengan bekerja di Perkebunan Sawit yang berlokasi di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Sekitar satu jam, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo, Drs Gatot Hermawan memaparkan kondisi dan situasi di PT Tunas Agro Subur Kencana (TASK).

Tanpa publikasi, ternyata pada Senin 19 Desember 2011, Bupati membentuk sebuah Tim Kecil yang ditugaskan untuk meninjau beberapa lokasi transmigrasi di Kalimantan. Tim di bawah koordinasi Gatot Hermawan tersebut terdiri dari Camat Garung, Didik Wibawanto SSos, Camat Kertek Suprayitno SSos,   Kabid Sapenta, Kristiyanto SH, dan Kasi Bangas, Sistoyo SSos. Tim tersebut langsung menuju Kalimantan Tengah dan mendatangi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat. Berdasar informasi, kuota transmigrasi di Kalteng sudah habis dan masih harus menunggu sampai Desember 2012. Namun ada solusi selain transmigrasi. Disnakertrans Kalteng mengarahkan tim untuk mengupayakan penampungan produktif bagi para korban bencana Tieng, yaitu dengan bekerja di Perkebunan Kelapa Sawit yang pada saat tersebut memang tengah membutuhkan banyak karyawan.

Berdasar informasi tersebut, tim langsung menuju Kotawaringin Timur dan meninjau kondisi PT TASK. Setelah bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan dan diajak melihat aktivitas para karyawan, Gatot menyimpulkan bahwa PT TASK merupakan solusi strategis untuk masa depan 172 KK korban bencana Tieng. Selama dua hari berkeliling dan bertemu dengan para karyawan, ternyata hampir 50 persen dari mereka merupakan transmigran asal Wonosobo. Kondisi tersebut menurut Gatot akan membantu proses adaptasi bagi warga Tieng apabila bersedia hijrah kesana.

Menurut Gatot, PT TASK sangat memperhatikan nasib karyawan. Selain upah kerja per bulan sesuai standar UMP Kalteng sebesar Rp 1170000, setiap keluarga masih mendapat fasilitas berupa Rumah ukuran 6x7 meter, dengan fasilitas lengkap, termasuk listrik dan air bersih gratis. Setiap keluarga juga mendapat tunjangan beras sejumlah 0,5 Kg/ hari bagi suami, 0,3 Kg/hari bagi istri, dan 0,25 Kg/hari bagi anak, dengan maksimal anak 2 orang. Jadi total bagi keluarga dengan dua anak akan mendapat beras 1,3 Kg per hari. Bagi pekerja lembur, pihak perusahaan juga menyediakan insentif, dengan perhitungan Rp 1500 per tandan kelapa sawit. Untuk pendidikan anak-anak mereka, PT TASK juga telah menyediakan fasilitas sekolah mulai SD hingga SMA, serta penampungan anak bagi yang orang tuanya bekerja di kebun sawit. Kabid Sapenta, Kristiyanto SH menambahkan untuk tingkat SLTA, PT TASK juga tengah membangun sebuah SMK Perkebunan, bekerjasama dengan SMK Pertanian Bawen Semarang. Kelak anak-anak karyawan yang lulus dari SMK tersebut juga akan direkrut oleh PT TASK.  Berbagai kemudahan tersebut juga masih ditambah dengan situasi dan kondisi di area perumahan yang  cukup memadai, baik fasilitas jalan, maupun sarana ibadah.

Kepada warga Sidorejo, Tieng, Bupati menghimbau perlunya mereka mempertimbangkan solusi tersebut. Kholiq juga menegaskan bahwa tidak boleh lagi ada bencana serupa untuk ketiga kalinya, setelah 2010 dan 2011. Dengan bersedia bekerja di Kalimantan, kehidupan akan lebih baik, masa depan lebih cerah dan jelas terhindar dari dahsyatnya banjir seperti yang terjadi pada Minggu 18 Desember lalu. Kepada Kades Tieng Aris Fatoni beserta perangkat Desa, Bupati berharap agar bisa mengarahkan warganya untuk bertransmigrasi. Beberapa KK nampak cukup antusias dengan tawaran tersebut. Satu hal yang membuat khawatir adalah mengenai status administratif mereka. Namun menurut Gatot, apabila mereka sudah tercatat di Disnakertrans Wonosobo, apapun masalah yang menimpa, akan dibantu penyelesaiannya oleh pihak Disnakertrans.(Humas - Wonosobo)

Pohon Tua Tumbang Timpa SD 2 Buntu, Kerugian 60 Juta

Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi senin malam, 20 Desember 2011 membuat sebuah pohon beringin tua di Desa Buntu, Kecamatan Kejajar, tumbang dan menimpa sebuah gudang dan satu lokal kelas di SD Negeri 2 Buntu.

Atas kejadian tersebut, Camat Kejajar, Faisal RB Ssos yang pada saat kejadian tengah berada di posko penanggulangan bencana Tieng langsung menghubungi Kepala UPTD Dikpora Kejajar. Menurut Faisal, pohon beringin tersebut diperkirakan berusia sekitar 60 tahun, dan kemungkinan sudah lapuk di bagian akarnya. Berdasar informasi warga setempat, tumbangnya pohon tua itu terjadi pada pukul 19.30 WIB, saat hujan turun sangat lebat disertai angin kencang.  Untuk sementara, warga masih bergotong royong membersihkan puing-puing atap gudang dan sebuah lokal kelas yang hancur tertimpa batang pohon.

Faisal juga telah menginstruksikan kepada jajaran UPTD Dikpora Kejajar agar segera mengambil langkah strategis, demi kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut. Meski saat ini tengah dalam masa libur sekolah, segenap pihak, termasuk pemerintah desa Buntu diminta mempercepat pemulihan kondisi sekolah. Hal tersebut terutama karena pada tanggal 2 Januari kelak para siswa sudah mulai masuk sekolah. Untuk lokal kelas yang tertimpa pohon, Camat menghimbau, apabila belum selesai direhab, siswa bisa menggunakan PAUD Gunungalang untuk KBM. Tumbangnya pohon tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun kerugian materi ditaksir mencapai 60 Juta Rupiah. (Humas Wonosobo)

DIENG AMAN UNTUK WISATAWAN

WONOSOBO - Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Tieng Kecamatan Kejajar Wonosobo Minggu siang lalu tidak berpengaruh terhadap kondisi jalan raya Wonosobo-Dieng. Karena kondisi jalan jalan pada kilometer 21 tersebut sangat kondusif, meski ada keretakan pada bahu jalan tapi aman untuk transportasi umum dan wisatawan.

“Saya jamin aman. Yang tidak diperkenankan hanya angkutan barang di atas tonase 5 ton, kalau untuk kelaikan jalan bisa dipertanggungjawabkan. Sekali lagi, obyek wisata dieng aman!.” tegas Bupati Wonosobo, H.A. Kholiq Arif di Posko Bencana Tieng Rabu (21/12).

Pihak Pemkab Wonosobo sudah berkoordinasi dengan Bina Marga Prov Jateng tentang status dan kelayakan jalan raya Wonosobo-Dieng, khususnya pada jembatan jalan km 21 tersebut. Bersama para wartawan usai membersamai kunjungan kerja anggota Komisi III DPR RI, Ir Tjatur Sapto Edi, meninjau kondisi lokasi bencana.

Dari data Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Pemkab Wonosobo, bahwa kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara tidak mengalami penurunan. Tercatat rata-rata kunjungan wisatawan  berkisar 300 orang per hari dan pada saat liburan mencapai 400 orang. Khusus pada saat kejadian bencana pada Hari Minggu (18 Desember 2011)  sore,  beberapa jam setelah kejadian jalur ditutup karena jalan tertutup longsor namun bisa segera teratasi, sehingga pagi harinya sudah bisa dibuka kembali untuk umum.  Selama proses evakuasi, jalur Wonosobo-Dieng tetap nyaman untuk dilalui, termasuk yg melewati jalur Dieng-Batur-Banjarnegara. Kedua jalur tersebut aman untuk wisatawan dan bisa sampai ke puncak Dieng Pleateu.

Ketika disinggung soal Sindoro, Kholiq menandaskan, keadaan Sindoro dari hari ke hari semakin menunjukkan kondisi obyektif yang sangat stabil. Tidak ada kenaikan aktivitas yang membahayakan, meski status tetap waspada. Masyarakat di sekitar lereng Sindoro biasa melaksanakan aktifitas perekonomian mereka dengan sangat produktif  tanpa terpengaruh isu dan berita yg tidak jelas sumbernya.

“Sekali lagi, wonosobo, baik Sindoro atau Dieng, aman. Tidak perlu dikhawatirkan. Silahkan datang dan saya mengundang para wisatawan tetap datang ke Dieng dan obyek wisata lain di daerah kami, Wonosobo,” tandas Kholiq berkali-kali.

Selasa, 20 Desember 2011

Kelompok Wanita Tani Dibantu Alat Pengolah Pangan

TEMANGGUNG -  Gabungan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekarsari Desa Bengkal Kecamatan Kranggan mendapat bantuan OPP dan alat pengolag pangandari Pemkab Temanggung. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Ir. Budiarto, MT kepada perwakilan petani penerima disaksikan Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan pejabat terkait di balai desa setempat  Selasa (20/12).

Dalam sambutannya Wabup mengatakan, pemberian bentuan bertujuan untuk memberdayakan keberadaan kelompok Wanita tani supaya maju dan berkembang serta mandiri. Diutarakan pemenuhan kebutuhan pangan di setiap rumah tangga bisa diusahakan dengan memanfaatkan lahan pekarangan, yang berfungsi sebagai warung hidup, apotik hidup, tabungan hidup, dan utamanya sebagai penyedia bahan makanan keluarga sehari-hari.

“Bantuan alat pengolah pangan ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah guna membantu  mobilitas kegiatan Kelompok Wanita Tani supaya lebih meningkat, maju dan berkembang. Dengan demikian  para petani  dan wanita tani lebih leluasa beraktifitas dan berkreatifitas guna meningkatkan kesejahteraanya. Diharapkan bantuan tersebut dimanfaatkan  dan didayagunakan dengan sebaik-baiknya untuk menunjang kemakmuran petani khususnya dan masyarakat pada umumnya” pintanya.

Kepala kantor Ketahanan Pangan Ir. Siam Dwi Astuti menjelaskan, bantuan yang diberikan dalam kegiatan optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan adalah bantuan bibit tanaman kangkung, kacang panjang, bayam, papaya Bangkok, terong ungu, tomat, cabe rawet, cabe merah kriting, ternak itik 100 ekor, ikan lele 5000 ekor dan alat pengolah pangan berupa alat perajang ketela dan gilingan tepung. Diharapkan pemanfaat pekarangan mampu menyediakan bahan pangan keluarga untuk mendukung konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman.

Seusai dari  desa Bengkal, Wakil Bupati Budiarto  menyerahkan bantuan peralatan berupa 1 unit lantai jemur, dan 1 unit rice milling kepada Gapoktan karya tani di Desa Kebumen Kecamatan Pringsurat.  *kontributorHumasTemanggung_Edy Laks

Minggu, 18 Desember 2011

Selama Perayaan Natal dan Tahun Baru, Polres Terjunkan 479 Personil

Untuk menciptakan rasa aman, nyaman kepada masyarakat dalam merayakan hari Natal dan tahun baru, Polres Purworejo akan mengerahkan 479 personilnya. Mereka akan ditempatkan di berbagai tempat untuk mengamankan tempat-temat ibadah dan obeyak wisata. Pengamanan akan dilakukan secara bersama-sama dengan pihak terkait seperti Kodim, Satpol PP, Kesbangpol dan Linmas, dan unsur ormas. Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dengan jajaran dinas istansi, Kamis (15/12), di ruang rapat Bagelen. Rakor dipimpin Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg, diikuti Kapolsek se Kabupaten Purworejo, Plt Sekda Drs Tri Handoyo MM dan pimpinan dinas terkait.

Kapolres Purworejo AKBP Priyo Waseso SSi MPP, dalam paparannya mengatakan bahwa secara umum tingkat keamanan di wilayah hukum Polres Purworejo aman dan terkendali. Kendati masih terjadi tindak pelanggaran hukum seperti pencurian kedaraan bemotor dan pencurian dengan pemberatan. Bahkan curanmor di Purworejo termasuk yang tertinggi di eks Kedu.

Untuk memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat dalam merayakan Natal dan tahun baru, Polri akan melakukan operasi pengamanan dengan sandi “Lilin Candi”. Operasi itu berlaku secara nasional di bawah komando Mabes Polri melalui Polda. Sebelumnya telah diawali dengan operasi cipta kondisi. Dalam operasi tersebut telah disita sekitar 4.500 botol minuman keras (miras). Rencananya barang tersebut akan dimusnahkan setelah usai operasi.

Pada perayaan Natal, pihaknya akan menerjunkan 479 personil dari 862 personil yang ada. Selama melakukan pengamanan, tugas sehari-hari baik di Polres maupun di Polsek tetap berjalan seperti biasa. Personil pengamanan akan menempati dua pos di gereja Santo Yohanes di Kutoarjo dan Santa Perawan Maria di Purworejo. Disamping dua tempat ibadat tersebut, seluruh gereja yang ada di Purworejo akan dijaga personil polri. Hal itu untuk mengantisipasi kerawanan yang dimungkinkan bisa terjadi, berupa teror, curanmor, lakalantas.

Saat perayaan tahun baru, kekuatan akan ditambah, 120 personil di alun-alun Purworejo dan 80 personil di alun-alun Kutoarjo. Dengan pertimbangan dua lokasi tersebut terjadi penumpukan masyarakat saat malam menjelang tahun baru. “Saya akan mengoptimalkan potensi yang ada di masyarakat. Pihak Banser telah bersedia untuk ikut membantu. Kalau perlu besok tempat ibadah umat Islam dijaga oleh non Islam, sementara tempat ibadah non Islam di jaga Banser. Hal itu agar bisa terlihat rukun dalam kehidupan sehari-hari,” katanya

Disamping tempat ibadah, lanjutnya, pengamanan akan dilakukan di obyek-obyek wisata, seperti pantai Jatimalang, Keburuhan, Ketawang, Goa Seplawan.  Pihaknya juga akan melakukan patroli secara bergantian dengan instansi lain seperti Kodim, Satpol PP, Kesbangpol Linmas. Dengan demikian diharapkan bisa menekan angka pelanggaran hukum.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan, dr Kuswantoro MKes menyatakan bahwa, Puskesmas sepanjang jalur utama akan buka 24 jam, mulai 22 hingga 26 Desember. Sedangan Puskemas diluar itu, akan melayani emergency selama perayaan tersebut. Ia mengaku telah melakukan koordinasi dengan  pihak RSUD “Saras Husada”.

Sedangkan untuk perayaan malam mejelang tahun baru, pihaknya akan menempatkan pos di klinik Setda. Di pos tersebut telah disiapkan tenaga dokter dan paramedis. Sedangkan obat-obatan telah tersedia, dan dinilai cukup selama perayaan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Dra Suhartini MM, menyatakan bahwa berdasarkan pantauan terakhir menjelang perayaan, tidak terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat (pokemas). Selama perayaan, pokemas dinilai cukup, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Ia telah meminta kepada toko-toko grosir utuk menambah stok 5-20 % dibanding hari-hari biasa. Persediaan beras di gudang Bulog, juga cukup untuk dua bulan kedepan, kususnya untuk raskin. (Kontributor Humas Kedu)