Indahnya Panorama Baturaden
Baturraden adalah keindahan yang memancar dari lereng Gunung Slamet. Lokasi wisata yang berjarak hanya sekitar 15 km dari kota Purwokerto, Jawa Tengah ini, tak hanya menyimpan panorama alam yang molek, tetapi juga cerita rakyat tentang Raden Kamandaka, atau Lutung Kasarung yang cukup akrab di masyarakat Indonesia.
Bali Deso Bangun Deso Masuki Tahap III
SEMARANG - Gerakan Bali nDeso mBangun Deso (BDBD) yang menjadi obsesi Gubernur Jateng H. BIBIT WALUYO untuk mencapai Visi : “Terwujudnya Masyarakat Jawa Tengah Yang Semakin Sejahtera, Mandiri, dan Berdaya Saing Tinggi”, kini hampir memasuki Tahap III dari 3 (tiga)
Bupati Rembang Raih Parahita Ekapraya Madya
REMBANG - Bupati Rembang H Moch Salim baru-baru ini meraih Penghargaan Parahita Ekapraya Madya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Balai Kartini Jakarta pada puncak peringatan Hari Ibu (22/12)
Museum Sangiran, Resmi jadi Warisan Budaya Dunia
Sejak dibangun pada 2005 silam, museum sangiran yang terletak di Kecamatan Kalijambe, akhirnya diresmikan penggunaannya oleh Wakil Menteri pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan yang juga sebagai pembuat Desain Engginering Plan Sangiran, Prof Dr. Windu Nuryati, PHD
Kamis, 05 Juli 2012
Ratusan Lahan Kosong di Kendal Segera Ditanami
Rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-407 Pemkab Kendal Gelar Lomba Kuliner
Rabu, 11 Januari 2012
Salatiga Raih Penghargaan Kota Terbaik Ke-3 Penataan Ruang
Joessair Lubis mengatakan bahwa penilaian kali ini lebih ditekankan pada kesiapan kelembagaan termasuk di dalamnya regulasi yang mengatur mengenai tata ruang. Seperti yang sudah dimiliki oleh Kota Salatiga, perda Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RT/RW).
Sementara itu, aspek penilaian lebih ditekankan pada pengaturan, pembinaan, pembangunan dan pengawasan dalam bidang penataan ruang. Kriteria penilaian selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, untuk itu dibentuklah tim penilai independen baik dari perguruan tinggi maupun para pakar tata ruang supaya penilaian dapat dilakukan dengan sangat ketat dan objektif.
Awalnya penilaian dilakukan terhadap tujuh kota di Indonesia, termasuk Salatiga. Setelah melalui sejumlah tahapan penilaian, Salatiga lolos ke empat besar dan akhirnya ditetapkan sebagai juara ketiga, setelah juara pertama diraih Banda Aceh dan juara kedua diraih Jogjakarta. Dengan adanya penghargaan ini, Walikota Salatiga berharap kepada semua elemen supaya menjadikan penghargaan tersebut sebagai pemacu kinerja ke depan agar lebih baik dari sebelumnya. *kontributorSalatiga
Jumat, 06 Januari 2012
Desa On Line Diharapkan Bisa Selesaikan Berbagai Persoalan
Demikian dikatakan Bupati Kendal, dr. Hj. Widya Kandi Susanti, MM, CD saat peluncuran pengoperasian Desa On Line, beberapa waktu lalu. Selain jaringan on line yang telah disediakan, pemkab Kendal juga menghadirkan Video Conference untuk memudahkan komunikasi antar Desa/Kelurahan dan antar SKPD. Melalui Video Conference tersebut, diharapkan para perangkat Desa/Kelurahan mampu lebih leluasa menjalin komunikasi tanpa harus hadir langsung. Menurut Bupati, hal-hal yang menjadi kekurangan pada Desa/Kelurahan dapat diketahui lebih awal dan dapat segera diatasi.
Di samping itu juga dibangun jaringan komunikasi telepon berbasis VOIP (Voice Over IP) untuk penghematan pulsa telepon di lingkungan Pemda (Setda) Kendal. Guna melengkapi jaringan internet, juga dibangun 5 titik wifi (baca : hot spot) di lima wilayah yaitu, Kaliwungu, Sukorejo, Weleri, AlunAlun Kendal serta Kalireyen Kelurahan Kebondalaem Kecamatan Kota Kendal.
Bupati Widya menjelaskan, dengan dibangunnya Desa/Kelurahan On Line, diharapkan terbentuk forum atau media untuk saling transfer informasi dalam rangka menyusun kebijakan dan strategi serta rencana pengembangan dan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi di Kabupaten Kendal.
Kerjasama sinergis antara Pemkab Kendal dengan pihak-pihak lain yang berkompeten dalam pengembangan teknologi informasi dan meningkatkan kapasitas inovatif juga diharapkan Orang Nomer Satu di Kabupaten Kendal tersebut, mampu terjalin lancar.
Video Conference di Ruang Kerja Bupati
Selanjutnya, Bupati Kendal mengawali berkomunikasi melalui Video Conference dari ruang kerjanya dengan 12 Desa di Kecamatan brangsong antara lain Desa Sumur, Penjalin, Tosari dan Turunrejo. Berikutnya dengan 17 Desa di Kecamatan Patebon di antaranya, Desa Kartikajaya, Sukolilan, Kumpulrejo dan Jambearum.
Dalam kesempatan dialog tersebut Bupati Kendal lebih banyak memusatkan pada program Rencana ksi Daerah berkaitan dengan MDG’s di antaranya desa terbebas dari gizi buruk; bebas TBC; bebas dari kematian ibu, bayi dan balita; bebas narkoba serta AIDS dan bebas sampah.
Selanjutnya jadual untuk Tele Conference (Video Conference) untuk Kota Kendal (19 Kelurahan); Kecamatan Weleri (16 desa) dan Kangkung (15 Desa). Dengan kecamatan Plantungan (6 Desa); Pageruyung (14 Desa); Gemuh (16 Desa) serta Cepiring (14 desa).Kemudian, Bupati menjalin kontak Video Conference dengan Kecamatan Patean (14 Desa). Pada tahap awal, 143 Desa /Kelurahan dilakukan Video Tele Conference, dari 266 Desa serta 20 Kelurahan yang ada di Kabupaten Kendal.
Sementara dalam setiap melangsungkan kegiatan Tele Video Conference, Bupati Kendal akan selalu didampingi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Bagian Humas, Kepala Bagian Pemerintahan Desa, Kepala Bagian Umum, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan, Kepala BPPKB serta Kepala Bapermasdes. **Kontributor Kendal / hedj
Sabtu, 31 Desember 2011
2012, TAK ADA LAGI GEDUNG SEKOLAH RUSAK
Acara refleksi pendidikan 2011 diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang. Hadir pada acara itu Ketua Dewan Pendidikan H Zaenal Abidin, Sekretaris Komisi D DPRD Said Riswanto, Kepala Dinas Pendidikan Dewi Pramuningsih, kepala UPTD Pendidikan Kecamatan se Kabupaten Semarang, tokoh pendidikan dan tokoh masyarakat.
Dikatakan lebih lanjut oleh Bupati, dana sektor pendidikan pada tahun 2010 lalu tercatat sebesar Rp 42 miliar dan meningkat menjadi sekitar Rp 50 miliar pada tahun 2011. Sedangkan pada tahun 2012 mendatang, alokasi dana mencapai Rp 54 miliar. Ditambah dengan dana insentif dari pemerintah pusat senilai Rp 19 miliar yang diutamakan untuk sektor pendidikan, maka alokasi dana pendidikan pada tahun 2012 mendatang mencapai Rp 73 miliar. “Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sekitar 658 gedung sekolah dasar yang rusak,” ujar Bupati lagi.
Menyinggung tentang mutu pelayanan pendidikan, Bupati H Mundjirin mengharapkan para pendidik untuk juga memperhatikan kecerdasan emosional dan spiritual disamping intelektual. Sebab, menurut Bupati, aspek itu sangat berpengaruh pada kehidupan para peserta didik di masa mendatang.
Sementara itu Ketua Dewan Pendidikan (DP) H Zaenal Abidin menjelaskan acara refleksi pendidikan merupakan bagian dari tugas pokok DP yakni evaluasi kegiatan. “Evaluasi bukan untuk mencari siapa yang salah namun untuk memperbaiki mutu pendidikan di Kabupaten Semarang,” terangnya.
Disebutkan, secara keseluruhan mutu pendidikan di Bumi Serasi pada tahun 2011 mencatat prestasi membanggakan. Antara lain nilai Ujian Nasional (UN) 2011 untuk SMK yang nyaris sempurna yakni 9,98. Selain itu peringkat hasil ujian tingkat Sekolah Dasar juga masuk tiga besar se Jawa Tengah.
Kabupaten Semarang juga termasuk dalam kelompok 72 Kabupaten/Kota dari 435 Kabupaten/Kota di tanah air yang berani melakukan periodisasi jabatan kepala sekolah di semua jenjang pendidikan. “Dari hasil seleksi calon kepala sekolah (kasek) yang sangat transparan diketahui level kedua calon kasek memiliki mutu SDM yang memadai. Sehingga periodisasi jabatan kasek bukan menjadi kendala yang mengkhawatirkan,” tambahnya.
Terkait dengan pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan, DP mengharapkan dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan bukan karena aspirasi pihak tertentu. Dicontohkan oleh Zaenal Abidin, ada salah satu SD di Bringin yang gedungnya sudah rusak namun tidak jadi mendapat DAK karena kalah oleh aspirasi pihak tertentu.
Dewan Pendidikan, lanjutnya, juga mengakomodir usulan dari beberapa komite sekolah yang menghendaki pelaksanaan DAK secara swakelola. Namun secara tegas DP mengharapkan ada penandatanganan pakta integritas untuk menjaga mutu hasil kegiatan DAK. “Jadi ada jaminan hasil pembangunan dari DAK benar-benar bermutu dan tidak kalah dibanding hasil pembangunan oleh pihak ketiga,” tegas Zaenal.(*/junaedi)
SEMARAK AKHIR TAHUN WONDERIA
ImageAll Genre yang akan di selenggarakan mulai pukul 09.00 s/d selesai di Open Stage Wonderia, dengan menampilkan musik RnB dari PETRA Band dan Orkes Melayu EVIE’S yang akan menampilkan musik dangdut top 40 dan akan ditutup dengan pesta kembang api dan pembagian doorprize menarik yang disuguhkan untuk memberikan hiburan di malam tahun baru, baik untuk masyarakat kota Semarang maupun masyarakat Jawa Tengah pada umumnya.
Program ini merupakan kerja sama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang dan Wonderia untuk memecahkan konsentrasi keramaian massa yang biasanya terjadi di Simpang Lima, sekaligus menyediakan sarana hiburan yang atraktif kepada masyarakat untuk menemani memeriahkan malam tahun baru baik dari segi konsep acara dan hiburan live music yang disajikan selalu berbeda untuk mengindari kebosanan khususnya masyarakat Kota Semarang.
Bali Deso Bangun Deso Masuki Tahap III
SEMARANG - Gerakan Bali nDeso mBangun Deso (BDBD) yang menjadi obsesi Gubernur Jateng H. BIBIT WALUYO untuk mencapai Visi : “Terwujudnya Masyarakat Jawa Tengah Yang Semakin Sejahtera, Mandiri, dan Berdaya Saing Tinggi”, kini hampir memasuki Tahap III dari 3 (tiga) Tahap Pembangunan Jawa Tengah yang dilaksanakan selama kurun waktu 5 (lima) tahun mulai Agustus 2008 sampai dengan 2013.Tahap I Tahun 2008-2009 yang merupakan Tahap Konsolidasi dan Penataan Konsep Pembangunan Jawa Tengah tahun 2008-2013 telah berjalan sesuai harapan. Bahkan, meskipun masih dalam tahap konsolidasi dan penataan konsep, beberapa program pembangunan yang dilaksanakan telah mencapai hasil sangat baik dan 20 penghargaan nasional diperoleh sebagai wujud nyata prestasi pembangunan, yaitu penghargaan dari Presiden RI sebagai Juara Umum prestasi di bidang Pelayanan Publik Tingkat Nasional Tahun 2008.
ADIUPAYA PURITAMA sebagai peringkat pertama Penyelenggaraan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Tahun 2008 dari Menteri Negara Perumahan Rakyat RI,
Satya Lencana Wira Karya Bidang Pertanian dari Presiden RI, Manggala Karya Bhakti Husada Arutala (Bidang Kesehatan) dari Presiden RI, Anugerah Parahita Ekapraya Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender Tahun 2008 dari Presiden RI.
Sedangkan pada tahun 2009, Penghargaan atas Komitmen dan Dedikasi yang tinggi terhadap Pengembangan Kawasan Konservasi Perairan di Daerah dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI,
Penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah mampu meningkatkan "Produksi Beras di atas 5%” dari Presiden RI,
Penghargaan kepada Gubernur Jawa Tengah atas kepeduliannya melakukan sosialisasi Program KB di Jateng dari Ikatan Penulis KB di Jawa Tengah,
Penghargaan Agro Inovasi 2009 atas dukungan, kerjasama penelitian, inovasi, dan pengembangan pertanian dari Menteri Pertanian RI,
Penghargaan ADIUPAYA PURITAMA: Peringkat Kedua Bidang penyelenggaraan Pengembangan perumahan dan permukiman Tahun 2009 dari Menteri Negara Perumahan Rakyat RI,
Penghargaan Aksara kepada Gubernur Jawa Tengah atas kepedulian dan kinerja yang tinggi dalam percepatan pemberantasan buta aksara di Provinsi Jateng (Literacy Prize) dari Menteri Pendidikan Nasional RI,
Juara Umum Wana Lestari Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam tingkat nasional (bidang kehutanan) dari Menteri Kehutanan RI,
Penghargaan sebagai daerah berprestasi berdasarkan kinerja keuangan, kinerja ekonomi dan kesejahteraan dari Menteri Keuangan RI,
Piagam Penghargaan Prestasi dalam disiplin pengelolaan keuangan, peningkatan kinerja ekonomi dan kesejahteraan rakyat (bidang ekonomi) dari Menteri Keuangan RI,
Penghargaan kepada Gubernur Jateng atas komitmen, kontinuitas dan konsistensinya dalam pembentukan, penyelenggaraan dan pengembangan pelayanan terpadu satu pintu PTSP di daerah dari Menteri Dalam Negeri RI, Juara satu tingkat nasional katagori Provinsi bidang Pengelolaan jalan – jembatan (bidang PU) dari Menteri PU RI, Juara satu tingkat nasional katagori Provinsi bidang pengelolaan Sumber Daya Air (bidang PU) oleh Menteri PU RI, Juara satu duta wisata Indonesia tingkat nasional dari Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Anugerah Parahita Eka Praya Tingkat Utama bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tahun 2009 dari Presiden RI, Penghargaan Perempuan Indonesia peduli kearsipan tahun 2009 (bidang kerasipan) dari Kepala ANRI.
Tahap II Tahun 2010-2011 sebagai Tahap Percepatan dan Prioritas Sasaran, juga menorehkan keberhasilan riil yang menakjubkan dan mampu membawa peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah. Kegiatan pembangunan yang menjadi prioritas, yaitu bidang pertanian dalam arti luas yang meliputi pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, serta kehutanan; Koperasi dan UMKM; Pelayanan Dasar Masyararakat meliputi Pendidikan, Kesehatan dan Keluarga Berencana, menunjukkan hasil yang positif.
Pertanian arti luas memberikan kontribusi memperkuat ketahanan pangan Jawa Tengah, yang ditunjukkan dari Peta Ketahanan Pangan Jawa Tengah yang sangat kuat, yaitu hanya memiliki dua warna. 34 Kabupaten/Kota berwarna hijau tua yang berarti ketahanan pangannya sangat kuat, dan satu berwarna hijau muda, yaitu Kabupaten Brebes yang berarti ketahanan pangannya kuat.
Hambatan di Kabupaten Brebes adalah karena tingginya angka buta huruf dan rendahnya angka harapan hidup. Ketahanan Pangan Jateng yang sangat kuat tersebut ditopang oleh peningkatan produktivitas dan kualitas produksi beberapa komoditas pangan masyarakat, antara lain seperti beras, jagung, kedelai, dan ketela yang mengalami surplus. Utamanya beras, tahun 2008 surplus beras Jateng sebesar 2,4 juta ton, tahun 2009 meningkat menjadi 2,6 juta ton, tahun 2010 meningkat lagi menjadi 2,9 juta ton, dan tahun 2011 dari target Aram II sebesar 3,1 juta ton pada akhir bulan Juli 2011 surplus beras sudah mencapai 2,965 juta ton. Dengan meningkatnya kuantitas produksi dan kualitas produk beras, Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami peningkatan, yaitu tahun 2008 NTP Jateng 99,77, tahun 2009 meningkat menjadi 100,3, tahun 2010 bertambah lagi menjadi 103,12 dan tahun 2011 dari target NTP 103,33 pada akhir bulan November 2011 sudah mencapai 106,14.
Penghargaan nasional bidang pertanian arti luas lainnya, yaitu tahun 2010 berupa Juara Umum Kontes Ternak Tingkat Nasional dan Penghargaan Wana Lestari sebagai Juara Umum Lomba Penghijauan & Konservasi Alam Tingkat Nasional, sedangkan pada tahun 2011 berupa Caping Emas Award sebagai Penggiat Pertanian Kategori Gubernur, Penghargaan atas prestasi mempertahankan wilayah bebas rabies kepada Provinsi Jawa Tengah, Penghargaan Pemenang Lomba Penanaman Satu Milyar Pohon Tahun 2010 Kategori Gubernur dan Bupati/Walikota, serta Juara Umum Lomba Penghijauan Lingkungan dan Konservasi Wana Lestari Th. 2011 Tingkat Nasional.
Di bidang pemberdayaan hutan, dengan Motto : “Hutanku Lestari Rakyatku Mukti”, dilakukan kegiatan berkelanjutan wajib tanam “Sang Uwong Sak Uwit”, dengan berbagai jenis tanaman lindung dan tanaman produktif. Lima kali berturut-turut sejak tahun 2007, Jawa Tengah menjadi Juara Umum penghijauan dan konservasi alam.
Penghargaan nasional bidang Koperasi dan UMKM tahun 2010, yaitu Penghargaan Paramadhana Utama Koperasi dan pada tahun 2011 Penghargaan Gubernur Jateng sebagai Kepala Daerah Terbaik dalam Pengembangan Kewirausahaan dan Penghargaan Satyalancana Pembangunan bidang Koperasi.
Bidang Pendidikan, nilai hasil ujian nasional SD sampai dengan SMA tahun 2010 mencapai 98,97%, pada tahun 2011 meningkat menjadi 99,32%. Jawa Tengah mendapat predikat sebagai Provinsi Putih. Kontribusi bidang pendidikan dalam penyerapan tenaga kerja, dengan diterapkannya kebijakan pendidikan vokasi memperbanyak jumlah SMK dengan target tahun 2013 jumlah SMK 70% dan SMA 30%, tenaga kerja lulusan SMK yang terserap masuk bursa kerja tahun 2010 sebanyak 87,37% dan tahun 2011 sampai dengan bulan agustus mencapai 60%. Demikian pula Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk membentuk karakter dan kepribadian anak yang berbudi pekerti luhur, cerdas dan terampil, terus dikembangkan.
Prestasi nasional dan internasional bidang pendidikan, sebanyak 432 medali. Penghargaan nasional diperoleh Jawa Tengah, antara lain: Penghargaan AKSARA kepada Gubernur Jawa Tengah atas Kepedulian dan Kinerja yang tinggi dalam Percepatan Pemberantasan Buta Aksara di Provinsi Jawa Tengah (Literacy Prize) dan Penghargaan Pin Emas "Adi bahasa” dan terakhir Penghargaan Terbaik Penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan Anak Usia Dini di serahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di TMII Jakarta pada tanggal 12 Desember 2011.
Di bidang kesehatan menunjukkan kecenderungan yang lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari Usia Harapan Hidup (UHH) pada tahun 2008 tercatat 71,1 tahun, dan pada tahun 2010 naik menjadi 72 tahun. Untuk angka Kematian Bayi (AKB) mengalami penurunan. Tahun 2008 jumlah AKB sebesar 9,17 per 1.000 kelahiran hidup turun menjadi 10,30 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2009. Tahun 2010 naik menjadi 10,62 per 1.000 kelahiran hidup dikarenakan masih banyaknya ibu hamil mengalami kondisi kurang energy kalori protein dan tingginya kasus Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Pada tahun 2011 ditargetkan sebesar 9,10 per 1.000 kelahiran hidup.
Pada Tahun 2010 Angka Kematian Ibu (AKI) tercatat 104,97 per 100.000 kelahiran hidup lebih baik dibanding Tahun 2009 sebesar 114 per 100.000 kelahiran hidup. Tahun 2011 ditargetkan 100 per 100.000 kelahiran hidup. Presentase gizi buruk pada Tahun 2010 sebesar 0,08 lebih baik dibandingkan Tahun 2009 sebesar 0,16 dan juga lebih baik dari target Nasional sebesar 3%. Di bidang keluarga berencana, pengendalian pertumbuhan penduduk melalui program KB berhasil baik, dengan pertumbuhan tahun 2010 0,84% dan tahun 2011 pertumbuhan penduduk Jawa Tengah turun menjadi 0,37% (terendah nasional).
Penghargaan nasional bidang KB tahun 2010 memperoleh Penghargaan Manggala Karya Kencana, yaitu penghargaan atas jasa yang sangat menonjol dalam pengelolaan gagasan baru program KB nasional dan pada tahun 2011 Penghargaan provinsi berprestasi wilayah Jawa Bali dalam Bhakti Sosial percepatan pelaksanaan revitalisasi program KB Kes tahun 2010.
Pembangunan infrastruktur darat, laut dan udara saat ini sudah, sedang, dan terus dilanjutkan. Pembangunan infrastruktur darat, antara lain jalan tol trans Jawa yang dimulai dengan pembangunan jalan tol Semarang – Solo sepanjang ± 76 km, telah dapat diselesaikan dan dioperasikan sejak tanggal 12 November 2011 untuk Sesi I Semarang – Ungaran sepanjang 10,85 km, dan sejak tanggal 12 November 2011 telah dicanangkan dimulainya pembangunan fisik Sesi II Ungaran – Bawen sepanjang 11,9 km, ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2013. Sedangkan untuk ruas Bawen – Solo secara simultan dilaksanakan pembebasan lahan sepanjang 49,8 km dan akan dilanjutkan pembangunan fisik dengan target keseluruhan untuk Semarang – Solo selesai tahun 2014.
Disamping itu juga telah dan dilanjutkan pembangunan jalur jalan lintas selatan sepanjang 212,25 km mulai dari wonogiri sampai cilacap. Proses pengadaan tanah mencapai 102,48 km (48,11%). Progres konstruksi fisik yang dicapai sepanjang 27,09 km terdiri dari 6,16 km sebanyak 4 lajur dan 20,93 km sebanyak 2 lajur. Sisa panjang 109,77 km, meliputi ruas di kab. Kebumen sepanjang 21,4 km dan Cilacap sepanjang 88,23 km akan dipercepat pengadaan tanahnya pada tahun 2012 oleh Pemprov Jateng bersama Pemkab terkait.
Penanganan jalan nasional Pantura meliputi Ruas Pejagan – Pemalang – Pekalongan sepanjang 109,3 km, periode pelaksanaan tahun 2011-2014. Progres fisik sudah mencapai 50% berupa peningkatan struktur, jembatan, jalan baru (lingkar Brebes), pemeliharaan berkala; Ruas Kudus – Pati – Rembang sepanjang 26 km progress sudah mencapai 80%.
Selain itu, untuk mengurangi kemacetan di Pasar Ambarawa, juga dibangun jalan lingkar Ambarawa sepanjang 7,3 km. Progres konstruksi mencapai 65%.
Jalan Magelang – Keprekan sepanjang 8,6 km, pekerjaan telah selesai 100% berupa pelebaran jalan dari 2 lajur menjadi 4 lajur dan penggantian jembatan.
Jalan Boyolali- Kartosuro sepanjang 15,4 km, pekerjaan berupa pelebaran dari 2 lajur menjadi 4 lajur dengan progress mencapai 75%.
Jalan Pintas Lingkar Sumpiuh sepanjang 4,9 km. Kebutuhan tanah kurang lebih 13,2 ha dan masih proses pengadaan tanah dengan sharing pemerintah pusat 50%, provinsi 25%, dan kab. Banyumas 25%. Sampai saat ini belum ada proses pengadaan tanah.
Pembangunan Double Track di Jawa Tengah, antara lain: Pembangunan Double Track Semarang – Bojonegoro – Surabaya dengan panjang 185 km, lokasi di kota Semarang, Kab. Grobogan dan Blora, periode pelaksanaan tahun 2013 – 2018, progress saat ini masih dalam proses penyusunan DED dan penyusunan study amdal; Double Track dan Fasilitas Penunjang Prasarana Lintas Pekalongan – Semarang dengan panjang 87,9 km, lokasi di Kota Pekalongan, Kab. Pekalongan, Batang, Kendal dan Kota Semarang. Progres saat ini study amdal dan DED telah selesai tahun 2010, penyusunan DED tahap II dan III, pembangunan badan jalan KA ± 3 km pada tahun 2011.
Perluasan Bandara Ahmad Yani Semarang meliputi pekerjaan gedung terminal, apron dan taxiway, telah dimulai tahun 2011 dan ditargetkan selesai pada tahun 2013.
Revitalisasi Bandara Dewadaru untuk pengembangan pariwisata dan pertumbuhan sekonomi di Karimunjawa, dengan pekerjaan perpanjangan landasan pacu dari 950 m menjadi 1.200 m, Sampai dengan 2011 telah diselesaikan pengadaan tanah seluas 22.931 m2 dari total kebutuhan 93.500 m2. Pengadaan tanah diharapkan dapat diselesaikan pada tahun 2013 oleh Pemprov Jateng bersama Kab. Jepara. Pengembangan Bandara Ngloram Cepudengan pekerjaan perpanjangan landasan pacu dari 900 km menjadi 1.500 km. Pengembangan Bandara Ngloram adalah dalam rangka menunjang rencana peningkatan produksi migas pada tahun 2013 yang mencapai 165.000 barrel/hari.
Kinerja pembangunan infrastruktur, pada tanggal 3 Desember 2011, mendapat Penghargaan Kategori Pengelolaan SDA dan Pembinaan Jasa Konstruksi dari Menteri Pekerjaan Umum RI.
Berbagai capaian positif bidang pembangunan, memberikan kontribusi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah. Indikatornya, disamping capaian sektor pembangunan di atas, juga dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2008 pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 3,9%, tahun 2009 meningkat menjadi 4,7%, tahun 2010 bertambah lagi menjadi 5,8% dan tahun 2011 dari target pertumbuhan ekonomi 5,75%-6,25% pada Triwulan III sudah mencapai 6,2%.
Demikian pula angka pengangguran terus menurun. Tahun 2008 jumlah pengangguran sebanyak 1,227.308 orang (7,35%), tahun 2009 menurun menjadi 1.252.267 orang (7,33%), tahun 2010 turun lagi menjadi 1.046.883 orang (6,21%), dan tahun 2011 dari target penurunan 5,50%, pada Agustus 2011 penurunan jumlah pengangguran sudah mencapai 1.000.000 orang (5,93%).
Jumlah penduduk miskin juga turun. Tahun 2008 jumlah penduduk miskin sebanyak 6,190 juta orang (19,23%), tahun 2009 menurun menjadi 5,726 juta orang (17,72%), tahun 2010 turun lagi menjadi 5,369 juta orang (16,56%), dan tahun 2011 dari target penurunan 15-16%, pada Maret 2011 penurunan jumlah penduduk miskin sudah mencapai 5,107 juta orang (15,76%).
Selama 3 (tiga) tahun implementasi Tahap I Tahun 2008-2009 dan Tahap II Tahun 2010-2011 Gerakan Bali nDeso mBangun Deso, sebanyak 60 penghargaan nasional dan 1 (satu) penghargaan internasional diraih Jawa Tengah, yaitu International Criminal Investigative training Assistance Program (ICITAP) atas Penggunaan Standar Sistem Manajemen Keadaan Darurat saat penanggulangan bencana letusan Gunung Merapi.
Bahkan penghargaan tertinggi dari Negara Indonesia, yaitu : BINTANG MAHA PUTERA UTAMA juga telah diserahkan langsung oleh Presiden RI dan diterima Gubernur Jateng atas nama seluruh masyarakat Jawa Tengah pada tanggal 12 Agustus 2011.
Menutup akhir tahun 2011, 2 penghargaan nasional telah diterima Gubernur Jateng, yaitu Penghargaan Pembangunan Perkebunan Terbaik Tingkat Nasional dalam Rangka Swasembada Gula diterima dari Kementerian Pertanian RI Tanggal 10 Desember 2011 di Palangkaraya Kalimantan Tengah dan Penghargaan Terbaik Penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan Anak Usia Dini di serahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tanggal 12 Desember kemarin.
Gubernur Jateng H. BIBIT WALUYO menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada jajaran aparatur pemerintahan, stakeholders, dunia usaha, jajaran media massa dan seluruh masyarakat Jawa Tengah yang telah memahami dan nyengkuyung gerakan Bali nDeso mBangun Deso melalui bidang tugas dan fungsi masing-masing. “Mari, kita lanjutkan kerja keras, kreativitas dan karya inovasi kita dengan melaksanakan 6 (enam) Misi secara lebih bersinergi, sehingga Visi : “Mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang semakin sejahtera, mandiri, dan berdaya saing tinggi” dapat kita wujudkan bersama. Yang sudah berjalan baik, mari kita mantapkan untuk dilanjutkan dan yang masih belum sempurna, mari kita tingkatkan agar mencapai hasil yang lebih baik lagi. Dengan kebersamaan dan sinergi, kita akan mampu mencapai kesejahteraan bersama, tegas Gubernur. ***Humas_ed.bs
Selasa, 27 Desember 2011
Masuk 9 Besar Jawa Tengah, PKK Kabupaten Demak Dinilai Tim Provinsi
Selain mengunjungi Sekretariat PKK Kabupaten di Jalan Kyai Jebat, tim penilai juga melihat langsung kegiatan ibu-ibu PKK Desa Mijen dan Pecuk Kecamatan Mijen. Mereka melihat hasil produksi kader PKK desa tersebut berupa wingko dan telur asin.
Ketua tim Ny Sudiro mengungkapkan, aspek yang dinilai meliputi administrasi dan kegiatan lapangan. Kemudian PKK kabupaten yang masuk sembilan besar juga akan dinilai seberapa jauh perannya dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan.
“Untuk memperkuat ketahanan pangan, lahan pekarangan sebaiknya dimanfaatkan untuk budidaya warung hidup dan apotik hidup. Nah, melalui penilaian ini sekaligus kita ingin tahu seberapa besar peran PKK terkait hal tersebut,” kata Ny Sudiro.
Sementara Ketua TP PKK Demak Ny Hermini TZ menjelaskan, bersama kader PKK di tingkat kecamatan hingga desa, pihaknya telah melakukan banyak upaya untuk mengurangi kasus KDRT. Di antaranya melalui sosialisasi, simulasi, serta penyebarluasan informasi melalui pengajian dan berbagai media masa.
Kemudian dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga, bersama dinas instansi terkait pihaknya telah memberikan pelatihan keterampilan kepada ibu-ibu. Pelatihan keterampilan yang diberikan antara lain pembuatan aneka makanan, menjahit, juga tata rias rambut. Sejauh ini hasilnya cukup menggembirakan. Para kader PKK di tingkat desa kini rata-rata sudah mampu menjalankan usaha produktif.
“PKK kabupaten awalnya memiliki modal Rp 149,9 juta. Modal itu kita kelola bersama kader di tingkat kecamatan dan desa, saat ini sudah meningkat pesat menjadi Rp 492,4 juta,” ungkap Ny Hermini. (Humas Demak-NDR)
Gubernur Bibit Waluyo : Fenomena Sindoro Mesti Dikelola Dengan Baik
Permintaan itu disampaikan Gubernur pada acara kunjungan kerja di Kabupaten Temanggung, Selasa (27/12). Rombongan Gubernur yang disertai sejumlah pejabat terkait diterima Bupati Hasyim Afandi di pendopo rumah dinas bupati komplek pendopo pengayoman. Kunjungan kerja dimaksudkan guna mendapat penjelasan langsung tentang situasi dan kondisi gunung Sindoro berikut langkah antisipasi yang sudah dilakukan.
''Fenomena alam Sindoro harus disikapi dengan melakukan langkah antisipasi seperti menyosialiasaikan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana, menyiapkan jalur evakuasai dan tempat mengungsi serta sarana prasara pendukung lainnya. Hal itu supaya jika sewaktu-waktu terjadi bencana letusan sudah siap guna meminimalisir jatuhnya korban” pintanya.
Menurut Gubernur munculnya kepulan asap di puncak Sindoro menunjukkan bahwa di dalam gunung ada peningkatknya aktifitas dan bisa saja sewaktu-waktu meletus, meski itu menjadi kehendak Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu pihak Pemkab sudah sewajarnya melakukan berbagai persiapan untuk melindungi warganya dari bencana alam. Sehubungan hal itu pemprov Jateng memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemkab Temanggung yang telah dengan cepat menyiapkan berbagai langkah antisipasi.
Bupati Drs. Hasyim Afandi dalam paparannya menjelaskan, situasi dan kondisi Sindoro saat ini statis dengan status waspada level II. Berbagai langkah antisipasi sudah dilakukan meliputi sosialisasi kepada masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana. Hal itu dilakukan agar warga memperoleh informasi yang jelas dan akurat supaya tidak panikdan tidak mudah terpengaruh isu-isu menyesatkan. Selain itu juga sudah menyiapkan jalur evakuasai, tempat pengungsian dan sarana tranportasi angkutan serta mendata warga yang beresiko tinggi seperti lanjut usia dan wanita hamil. Hal itu bertujuan sebagai upaya persaiapan jika terjadi letusan sudah siap untuk melindungi warga. *Humas Edy Laks_ed.bs
Jumat, 23 Desember 2011
Wagub Jateng Serahkan Tali Asih Kepada Para Teladan yang Berprestasi Tingkat Nasional
Wagub Rustriningsih minta agar prestasi yang telah berhasil diraih hendaknya terus dipertahankan bahkan ditingkatkan, serta tidak tenggelam dalam euforia kegembiraan, tetapi justru harus tetap berkarya, berkreasi dan berinovasi untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
“Jadikan prestasi ini sebagai tanggungjawab moral, karena Saudara akan menjadi panutan bagi saudara-saudara kita yang lain. Karena itu, sesuai dengan semangat gerakan Bali nDeso mBangun Deso, yaitu yang sudah pintar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, hendaknya kembali ke desa memberitahu atau ngajari masyarakat desa yang belum pinter supaya pinter mengelola potensi desanya dalam kegiatan pembangunan di segala sektor, sehingga desanya menjadi maju,” papar Rustri.
Demikian pula bagi yang sudah kaya dan berkelebihan harta, juga jangan segan-segan membantu saudara kita di desa melalui hibah dana, modal usaha, dan pendampingan manajemen usaha, agar geliat ekonomi kerakyatan di desa semakin tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat Desa meningkat.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 4924/Kpts/KP.450/ 12/2011, tanggal 2 Desember 2011 tentang Penetapan Penerima Penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional Tahun 2011 Kategori Petani, Kelompok Tani, Penyuluh dan Aparat serta Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4947/Kpts/KP.450/12 /2011, tanggal 2 Desember 2011 tentang Penetapan Penerima Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tingkat Nasional Tahun 2011, Jawa Tengah memperoleh 28 peng-hargaan untuk petani, kelompok tani, Penyuluh dan Aparat Provinsi Jawa Tengah dalam 5 (lima) kategori, yaitu pelopor, pelayanan, pengguna kreatif teknologi, pemangku dan Pembina.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Presiden RI pada tanggal 6 Desember 2011 di Jakarta, yang terdiri dari Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tingkat Nasional Tahun 2011 untuk Provinsi Jawa Tengah sebanyak 10 (sepuluh) penghargaan, yaitu untuk: Gubernur Jawa Tengah; Bupati Temanggung; Kepala Desa Karanggintung, Kec. Susukan Kab. Banjarnegara serta 7 (tujuh) orang wakil dari Kelompok Tani.
Selain itu, juga diserahkan Penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional Tahun 2011 sebanyak 18 penghar-gaan, untuk: Perorangan (8 orang), Kelompok (7 kelompok), Kelompok Prasarana dan Sarana (1 orang), Gapoktan (1 orang) serta Perusahaan (1 orang).
Wakil Gubernur pada kesempatan itu menyampaikan pernyataan Presiden RI yang dalam sambutannya meminta agar pemimpin pusat dan daerah memasti-kan ketersediaan lahan agar ketahanan pangan dapat meningkat, serta mengajak seluruh masya-rakat di daerah untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan meneruskan kegiatannya dalam mewujudkan kemandirian pangan serta mengembangkan pangan local dan meningkatkan dan memproduksi ketersediaan pangan nasional.
Selain itu, dapat menggalakkan sistematika penyediaan bahan makanan lokal serta mengembangkan pekarangan modern untuk dapat ditanami berbagai jenis tanaman dalam upaya me-ngurangi pengeluaran kebutuhan pangan. Untuk itu Rustriningsih minta kepada agar mengindahkan himbauan Presiden, serta senantiasa berkoordinasi dengan SKPD terkait, sehingga pembangunan pertanian di Jawa Tengah semakin maju, dan Jawa Tengah dapat mendukung kebijakan nasional surplus beras 10 juta ton untuk tahun 2014. *Humas_bs
Masuk 9 Besar Jawa Tengah, PKK Kabupaten Demak Dinilai Tim Provinsi
Selain mengunjungi Sekretariat PKK Kabupaten di Jalan Kyai Jebat, tim penilai juga melihat langsung kegiatan ibu-ibu PKK Desa Mijen dan Pecuk Kecamatan Mijen. Mereka melihat hasil produksi kader PKK desa tersebut berupa wingko dan telur asin.
Ketua tim Ny Sudiro mengungkapkan, aspek yang dinilai meliputi administrasi dan kegiatan lapangan. Kemudian PKK kabupaten yang masuk sembilan besar juga akan dinilai seberapa jauh perannya dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan.
“Untuk memperkuat ketahanan pangan, lahan pekarangan sebaiknya dimanfaatkan untuk budidaya warung hidup dan apotik hidup. Nah, melalui penilaian ini sekaligus kita ingin tahu seberapa besar peran PKK terkait hal tersebut,” kata Ny Sudiro.
Sementara Ketua TP PKK Demak Ny Hermini TZ menjelaskan, bersama kader PKK di tingkat kecamatan hingga desa, pihaknya telah melakukan banyak upaya untuk mengurangi kasus KDRT. Di antaranya melalui sosialisasi, simulasi, serta penyebarluasan informasi melalui pengajian dan berbagai media masa.
Kemudian dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga, bersama dinas instansi terkait pihaknya telah memberikan pelatihan keterampilan kepada ibu-ibu. Pelatihan keterampilan yang diberikan antara lain pembuatan aneka makanan, menjahit, juga tata rias rambut. Sejauh ini hasilnya cukup menggembirakan. Para kader PKK di tingkat desa kini rata-rata sudah mampu menjalankan usaha produktif.
“PKK kabupaten awalnya memiliki modal Rp 149,9 juta. Modal itu kita kelola bersama kader di tingkat kecamatan dan desa, saat ini sudah meningkat pesat menjadi Rp 492,4 juta,” ungkap Ny Hermini. (Humas Demak-NDR)
Pabrik Garam Beryodium Desa Kedungmutih Kian Eksis, Tembus Pasar Jateng dan Jabar
“Petani garam Kedungmutih tak terlalu risau dengan anjloknya harga garam krosok. Sebab, pihak pabrik membeli garam mereka dengan harga layak. Yang jelas petani tetap untung,” kata Kades Kedungmutih H Hamdan.
Disampaikan, petani garam Kedungmutih rata-rata tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBe) Lancar Sejahtera. KUBe itupula yang mengelola pabrik garam beryodium. ”Kini, kemampuan pabrik dalam memproduksi garam beryodium semakin besar. Hasil produksinya juga telah menembus pasaran Jawa Tengah dan Jawa Barat,” ungkapnya, yang juga Ketua KUBe Lancar Sejahtera.
Menurutnya, kemampuan pabrik dalam memproduksi garam beryodium per hari mencapai 3 ton. Satu ton dalam bentuk kemasan dan dua ton curah. Adapun biaya produksi perbulannya mencapai Rp 117 juta. Termasuk untuk pengadaan garam krosok yang mencapai Rp 100 juta sendiri. Kemudian garam beryodium dalam kemasan 200 gram dijual dengan harga Rp 300.
”Saat seperti ini petani tidak membuat garam. Namun kami tetap berproduksi lantaran stok kami hasil penyerapan kemarau lalu cukup banyak,” ungkapnya.
Selain dipasok petani setempat, lanjut Hamdan, pabriknya juga menyerap garam krosok dari Desa Tedunan, Babalan, Kedungkarang, Kendalasem, Berahan Kulon dan Berahan Wetan. Pengadaan garam krosok dilakukan mulai Agustus hingga awal Nopember. Sedangkan dalam hal pemasaran di tingkat lokal, pihaknya memperoleh bantuan dari beberapa lembaga. Di antaranya Dinas Kesehatan, Disperindag, PKK, puskesmas-puskesmas dan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Demak.
Hamdan menambahkan, awal pendirian pabrik garam memperoleh bantuan dari pemerintah daerah dan pusat. APBD Kabupaten tahun 2008, mengalokasikan dana sebesar Rp 160 juta untuk pengadaan bangunan. Kemudian dana yang dari APBN digunakan untuk pengadaan mesin. KUBe Lancar Sejahtera juga berkontribusi sebesar Rp 100 juta untuk pembuatan gudang penampungan garam krosok. Kemudian tahun 2010, APBD kabupaten kembali mengalokasikan dana Rp 75 juta untuk menambah 1 unit mesin open, meningkatkan daya listrik dan pengadaan sejumlah perangkat. *Humas Demak-NDR
Rabu, 21 Desember 2011
BAPPELUH GELAR UJI VARIETAS PADI INPARI
“ varietas unggul baru merupakan salah satu pilihan yang dapat meningkatkan produksi baik itu secara kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu penyebaran dan pengembangannya perlu dikawal dan diarahkan pada wilayah atau Desa yang selama ini masih belum terbiasa menanam benih unggul bersertifikat’’ jelas Ir. Subaidi Kepala Bapelluh Kabupaten Kendal.
Dia Menambahkan “agar varietas unggul dapat tumbuh dan berproduksi maksimal, perlu diikuti dengan penerapan teknologi yang baik antara lain pengolahan tanah yang baik, tanam bibit muda, menggunakan sistim tanam jajar legowo, pemupukan berimbang serta pengendalian hama terpadu”, tambahnya.
Sementara itu Bupati Kendal dr. Widya Kandi Susanti, MM Berharap kepada para penyuluh, mantri tanam dan pengamat hama harus bisa mengawal, mendampingi serta membina keberadaan kelompok tani dalam penerapan teknologi tanam terpadu. Selanjutnya dengan adanya koordinasi yang mantap dan pembagian peran/tugas yang jelas diharapkan pengembangan varietas unggul baru dan Teknologi Tanam Terpadu di Kabupaten Kendal dapat Berjalan dengan sukses, sehingga mampu menciptakan produktivitas tinggi, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta mewujudkan swasembada beras.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan piagam Pengukuhan Penyuluh Perikanan Swadaya Kabupaten Kendal kepada 10 (sepuluh) orang, penyerahan bantuan pompa air dangkal kepada kelompok tani di lima Kecamatan serta penyerahan kendaraan dinas roda dua untuk para penyuluh pertanian. (Ag/Hms Kab. Kendal)
Selasa, 20 Desember 2011
Menteri PU Resmikan Proyek-Proyek Pembangunan Kota Semarang
Peresmian berbagai proyek pembangunan di Kota Semarang ini secara simbolis ditandai dengan pemotongan pita oleh Menteri Joko Kirmanto.
Turut mendampingi peresmian tersebut Walikota Semarang, Drs.H.Soemarmo HS.MSi dan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Bibit Waluyo, Dirjen Cipta Karya Kementerian PU, Budi Yuwono, jajaran DPRD Jawa Tengah, DPRD Kota Semarang serta sejumlah akademisi, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dalam laporannya, Walikota mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya berbagai proyek pembangunan baik fisik maupun non fisik di Kota Semarang Tahun Anggaran 2011. Pada tahun 2011 ini, Kota Semarang mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 1.066.648.658.000 yang meliputi 461 program dan 2.767 kegiatan yang bersinergi dengan program Bali nDeso mBangun nDeso. Program pembangunan yang ada di Kota Semarang juga mendukung master plan Percepatan & Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia MDGs (MP3EI).
“Program-program pembangunan tersebut, selanjutnya diwujudkan dalam 7 program prioritas atau Sapta Program. Program prioritas yang pertama, adalah penanggulangan kemiskinan dan pengangguran yang diimplementasikan Gerdu Kempling (Gerakan Terpadu Penanggulangan Kemiskian di bidang Kesehatan, Ekonomi, Pendidikan, Infrastruktur dan Lingkungan) yang dilaunching 24 Maret lalu,” ungkap Walikota.
Lebih lanjut, diungkapkan bahwa program ini mensinergikan berbagai stakeholder mulai dari pemerintah, BUMD, pengusaha, perbankan. Dukungan positif dari kalangan pengusaha terhadap percepatan program kemiskinan bahkan diwujudkan dengan terbentuknya Kosnsorsium, Pengusaha Pemberi CSR (KPPC) yang juga melibatkan kalangan LSM dan 28 perguruan tinggi di Kota Semarang. Hasilnya, sebanyak Rp 360.579.291.600,- dana bantuan Gerdu Kempling berhasil terkumpul dan dialokasikan bagi 32 kelurahan target penanggulangan kemiskinan di tahun pertama.
Selanjutnya, program ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan target 48 kelurahan pada tahun 2012, 48 kelurahan pada tahun 2013, 32 kelurahan pada tahun 2014 dan 17 kelurahan pada tahun 2015.
Wujud program Gerdu Kempling dalam bidang kesehatan, diantaranya terlaksana dalam program Jamkesmaskot bagi 91.309 jiwa warga miskin, penanggulangan gizi buruk, kurang gizi dan gizi kurang serta perbaikan sarana prasarana Bio Kes.
Lebih lanjut, dalam bidang ekonomi, sebanyak 55.221 keluarga rumah tangga sasaran Gerdu Kempling telah mendapatkan bantuan peningkatan ketahanan pangan yang hasilnya dipamerkan pula pada Semarang Expo. Selain itu, berbagai bantuan dan bimbingan teknis, bantuan sarana, prasarana serta permodalan dan pelatihan kewirausahaan juga diberikan bagi warga sasaran program Gerdu Kempling.
Hasil lain, diwujudkan dalam bidang pendidikan, infrastruktur dan lingkungan yang meliputi pendampingan BOS, pemberian beasiswa bagi siswa keluarga miskin, pavingisasi, pemeliharaan jalan jembatan serta peningkatan sarana prasarana sanitasi komunal, MCK, sumur-sumur limbah dan PAMSIMAS.
Dalam hal penanggulangan rob dan banjir, Pemkot Semarang telah melakukan pembebasan tanah, relokasi dan pemberian tali asih bagi program normalisasi Banjir Kanal Barat. Penyediaan sarana pendukung seperti pengadaan pompa portable, dump truck, back hoe serta penambahan 2 buah pompa sehingga jumlah yang terpasang saat ini menjadi 32 buah pompa. Guna mengoptimalkan penanggulangan rob dan banjir di Kota Semarang, dilakukan pula kegiatan normalisasi saluran drainase, gorong-gorong, sistem polder Kali Banger.
“Selanjutnya, sebagai program prioritas ketiga yakni peningkatan pelayanan publik, antara lain dilakukan dengan pembangunan gedung Tempat Perekaman Data Kependudukan (TPDK), pengadaaan mobil keliling pelayanan KTP, mobil perpustakaan keliling, serta peningkatan pelayanan perijinan. Sebagai hasil peningkatan pelayanan publik ini, hingga November 2011, BPPT Kota Semarang telah menerbitkan 14.522 ini yang meluputi ijin pembangunan sejumlah 3.061, ijin perekonomian sebanyak 9.333 dan ijin kesra dan lingkungan sejumlah 2.128. Hasilnya, BPPT Kota Semarang berhasil mempertahankan sertifikat ISO 9001: 2008 pada tahun 2009 lalu.
Walikota Soemarmo mengungkapkan bahwa peningkatan pelayanan publik juga dapat dirasakan dari peningkatan sarana prasarana publik seperti rehabilitasi Simpang Lima, Taman Menteri Supeno, Taman Nol Kilometer, Taman Madukoro, Taman Tugu Muda, Taman Diponegoro, peningkatan sarpras TPA Jatibarang, dan lainnya.
Peningkatan infrastruktur antara lain diwujudkan dalam peningkatan jalan Muktiharjo, Jalan Citarum, pembangunan pedestrian Jalan pahlawan, pedestrian Jalan Pemuda, kawasan Tugu Muda, pembangunan Pasar Sampangan, Gedung Arsip & Perpustakaan Daerah, serta gedung Panti Among Jiwa.
Dalam upaya peningkatan peran serta wanita dalam membangun Kota Semarang, Pemkot pun tak lupa melakukan berbagai upaya optimalisasi pemberdayaan kaum wanita melalui PKK, Dharma Wanita, serta peningkatan kapasitas dan jaringan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan anak serta pengarusutamaan gender di kalangan pelajar.
Sedangkan dalam hal peningkatan pelayanan pendidikan baik wajar sembilan tahun, menengah maupun non formal diwujudkan melalui rehabilitasi 25 bangunan SD, 13 SMP, 11 SMA/SMK, pengembangan desa vokasi, peningkatan mutu tenaga pendidik, sertifikasi guru, serta pemberian penghargaan bagi tenaga pendidik juga dilakukan.
Sebagai implementasi program prioritas yang lain adalah peningkatan pelayanan kesehatan yang meliputi rehab 16 Puskesmas, 7 Puskesmas pembantu, 1 instalasi farmasi, 2 rumah pemulihan gizi, pengadaan obat dan alat kesehatan, pengadaan mobil pelayanan KB, serta launching 9 kelurahan bebas BAB sembarangan untuk 9 kelurahan.
Apresiasi atas berbagai keberhasilan pembangunan di Kota Semarang tahun 2011 ini diantaranya terlihat dari diterimanya berbagai penghargaan seperti Juara Pertama penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Pekerjaan Umum (PKPD-PU) bidang Kebinamargaan kategori Kota tahun 2011, Gatra Award, peringkat II evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) dalam pelayanan public, penghargaan APKLI Award dalam penataan PKL, penghargaan Kementrian Negara Koperasi dan UMKM, Penghargaan Wahana tata Nugraha, Penghargaan Gubernur Jateng sebagai juara I bidang infrastruktur, trantib, SDM dan pelayanan masyarakat, Penghargaan Gubernur jateng sebagai juara umum lomba keserasian antar program, masuk dalam nominasi Innovation Government Award 2011 dari Kemendagri.
Sementara, Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kirmanto dalam sambutannya mengungkapkan bahwa infrastruktur merupakan salah satu motor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan daya saing di dunia internasional. Pembangunan infrastruktur diyakini dapat membantu mengurangi masalah kemiskinan, kesenjangan antar kawasan dan wilayah, memperkuat ketahanan pangan, dan mengurangi tekanan urbanisasi yang secara keseluruhan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Perkembangan kota Semarang membawa dampak kompleksitas permasalahan perkotaan, yang harus diantisipasi sejak dini misalnya dengan upaya mempertahankan dan meningkatkan keberadaan fungsi dan manfaat RTH untuk menjaga kualitas atmosfer, menunjang kelestarian air dan tanah, meningkatkan kualitas landscape kota, serta perlindungan dan pengembangan tumbuhan dan habitat lainnya,” ungkap Menteri PU.
Kawasan Simpang Lima, sebagai landmark Provinsi Jawa Tengah, yang sekaligus berfungsi sebagai ruang terbuka hijau dan tempat bagi bagi masyarakat kota Semarang dan sekitarnya untuk berinteraksi dan melakukan berbagai aktifitas lainnya perlu diikuti dengan upaya penataan pengelolaan dan pemanfaatan sehingga fungsi Simpang Lima sebagai paru-paru kota dan ruang interaksi warga tetap terjaga. Beberapa upaya yang mungkin perlu digalakkan adalah pemberlakuan car free day, pengutamaan jalur pejalan kaki serta jalur khusus sepeda, pesan Menteri PU.
Usai menyampaikan sambutan dan meresmikan kegiatan pembangunan di Kota Semarang Tahun 2011, Menteri PU, bersama dengan Gubernur Jateng dan Walikota Semarang juga mengunjungi sejumlah stan. Kurang lebih 50 stan pembangunan memamerkan hasil proyek pembangunan yang telah dilaksakan. Diantaranya, stan lingkungan, stan ketahanan pangan, stan penanggulangan bencana, stan Pokja AMPL, dll.
Di stan Pokja AMPL, Menteri PU sempat menuliskan pesan tentang pentingnya peningkatan pelayanan air bersih dan sanitasi bagi kesejahteraan masyarakat dimasa kini dan masa yang akan datang. *HumasAsdani_ed.bs
Senin, 19 Desember 2011
Motor Baru Dorong Pembangunan Desa
Demikian harapan Bupati Kendal di hadapan para Kepala Desa dan Mantri Pertanian dalam kegiatan penyerahan bantuan motor dinas bebek sejumlah 138 buah kepada para Kepala Desa dan 10 motor trail untuk para Mantri Pertanian di Pendopo Kabupaten Kendal, Senin ( 19 / 12 ).
Menurut Bupati Widya, kendaraan dinas baru yang diserahkan harus menumbuhkan semangat baru untuk melayani masyarakat desa. “ Gunakan dan rawatlah dengan sebaik-baiknya motor dinas yang sudah diterima. Karena motor-motor yang diperoleh merupakan jerih payah uang rakyat, yang harus dikembalikan dalam bentuk kesejahteraan di masyarakat desa, “ jelas Bupati.
Dalam bekerja, lanjut Bupati, jangan hanya melakukan tugas dan tanggung jawab di kantor saja. Namun harus rela turun ke wilayah desa / pekerjaannya, sehingga akan mengetahui masalah – masalah yang terjadi secara langsung di lapangan. “ Motor dinas yang diberikan merupakan sarana untuk melakukan tugas tersebut. Kondisi dan kerja riil dapat diketahui dari dekat apabila turun langsung, “ tegas Bupati Kendal.
Di sela – sela pengarahannya, Bupati Widya mengemukakan keberadaan desa on line yang telah terbangun fasilitas infrastukturnya di 19 desa dan 1 kelurahan. Nantinya, sarana perangkat on line yang ada menjadi media bagi para kepala desa untuk menyampaikan berbagai permasalahan dan hal – hal dalam bidang pemerintahan dan dinas serta hal – hal lain yang menyangkut pembangunan desa dan masyarakatnya.
Sampai saat ini desa – desa yang sudah on line antara lain, Desa Kaliyoso ( Kecamatan Kangkung ), Desa Putatgede ( Kecamatan Ngampel ) dan Desa Tampingan ( Kecamatan Boja ). Bagi desa – desa yang belum tersedia perangkat on line internet, dapat menggunakan desa yang telah on line.
Sementara itu, menurut Kasubbag Aset, Aris Irwanto untuk pengadaan kendaraan dinas berupa motor bebek dan trail yang dianggarkan di APBD sebesar Rp. 1.725.000.000,- , terealisasi sebesar Rp. 1.676.700.000,- .
Kebutuhan motor dinas untuk Kepala Desa yang belum dicukupi, akan diberikan pada 2012 mendatang, sejumlah 128 motor bebek. ( hedj )
Minggu, 18 Desember 2011
70 TAHUN MENUNGGU PEMUGARAN RUMAH
Bersama 53 orang lainnya, Saroji menerima bantuan pemugaran rumah tidak layak huni tahun anggaran 2011 tahap III lewat Bapermasdes Kabupaten Semarang. Penyerahan bantuan senilai masing-masing Rp 3 juta itu dilakukan secara simbolis oleh Bupati H Mundjirin didampingi Kepala Bapermasdes Yosep Bambang Tri Hardjono di lantai II Gedung Dharma Satya Praja kompleks Kantor Setda di Ungaran, Jum’at (16/12) siang.
Bupati H Mundjirin usai penyerahan mengatakan bantuan merupakan bagian dari upaya Pemkab Semarang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diakui, karena keterbatasan kemampuan dana daerah, bantuan tersebut merupakan pancingan (stimulan) swadaya masyarakat setempat. “Diharapkan masyarakat setempat dapat membantu dengan melakukan gotong royong. Selain itu juga dapat disinergikan dengan bantuan dari program lain seperti PNPM,” ujar Bupati.
Dikatakan, peningkatan kesejahteraan warga dapat dimulai dari lingkungan rumah yang sehat dan layak huni. Karenanya, penyediaan rumah yang memenuhi syarat kesehatan untuk segenap lapisan masyarakat menjadi salah satu perhatian Pemkab Semarang. Bantuan pemugaran rumah layak huni ini, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya Pemkab Semarang untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat.
Sementara itu Kepala Bapermasdes Yosep Bambang Tri Hardjono mengungkapkan total dana bantuan pemugaran rumah tidak layak huni tahun 2011 ini sebesar Rp 375 juta. Dana tersebut diserahkan dalam tiga tahap diperuntukkan untuk 125 rumah tidak layak huni yang masing-masing menerima Rp 3 juta.
Pada tahap ketiga kali ini, tambahnya, diserahkan untuk 54 rumah antara lain di Kecamatan Ungaran Barat 8 rumah, Ungaran Timur (3), Bergas (5), Pringapus (1), Ambarawa (2), Bandungan (4), Sumowono (2) dan Suruh (8). Selain itu juga di Susukan (2), Tengaran (2), Bringin (4), Bancak (3), Tuntang (3), Getasan (5) dan Pabelan (1). “Diharapkan bantuan itu dapat mendukung usaha masyarakat kurang mampu untuk memugar rumahnya agar layak huni,” tegas Yosep.(Humas Semarang*/junaedi)












