Site Map

Indahnya Panorama Baturaden

Baturraden adalah keindahan yang memancar dari lereng Gunung Slamet. Lokasi wisata yang berjarak hanya sekitar 15 km dari kota Purwokerto, Jawa Tengah ini, tak hanya menyimpan panorama alam yang molek, tetapi juga cerita rakyat tentang Raden Kamandaka, atau Lutung Kasarung yang cukup akrab di masyarakat Indonesia.

Bali Deso Bangun Deso Masuki Tahap III

SEMARANG - Gerakan Bali nDeso mBangun Deso (BDBD) yang menjadi obsesi Gubernur Jateng H. BIBIT WALUYO untuk mencapai Visi : “Terwujudnya Masyarakat Jawa Tengah Yang Semakin Sejahtera, Mandiri, dan Berdaya Saing Tinggi”, kini hampir memasuki Tahap III dari 3 (tiga)

Bupati Rembang Raih Parahita Ekapraya Madya

REMBANG - Bupati Rembang H Moch Salim baru-baru ini meraih Penghargaan Parahita Ekapraya Madya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Balai Kartini Jakarta pada puncak peringatan Hari Ibu (22/12)

Museum Sangiran, Resmi jadi Warisan Budaya Dunia

Sejak dibangun pada 2005 silam, museum sangiran yang terletak di Kecamatan Kalijambe, akhirnya diresmikan penggunaannya oleh Wakil Menteri pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan yang juga sebagai pembuat Desain Engginering Plan Sangiran, Prof Dr. Windu Nuryati, PHD

Selasa, 03 Januari 2012

Saat Bayi Mengangkat Kepalanya Sendiri

Saat menggendong dan mengangkat bayi hal yang paling menjadi perhatian adalah kepala kepalanya karena sangat lunglai alias belum bertenaga. Kapan bayi bisa mengontrol kepalanya sendiri?

Setiap bayi yang baru lahir belum memiliki kontrol yang bagus dengan kepalanya, karena berat kepala lebih besar dari berat badannya. Hal ini juga karena otot lehernya masih cukup lemah sehingga belum bisa menopang kepala.

Namun nantinya ia akan mampu mengembangkan keterampilan penting ini, karena mengontrol kepala merupakan landasan dasar dari semua gerakan seperti duduk dan berjalan. Seperti dikutip dari Babycenter, Rabu (6/10/2010) bayi mungkin akan mampu mengangkat kepala ketika berusia sekitar 1 bulan dan mampu menahan kepala saat duduk sekitar usia 4 bulan. Otot leher dan kontrol kepala akan semakin kuat dan mantap saat bayi berusia 6 bulan.

Berikut perkembangan bayi dalam mengontrol kepalanya:

Bayi baru lahir
Saat baru lahir, bayi akan sepenuhnya bergantung pada orang lain terutama ibunya untuk menopang kepala dan leher. Kondisi ini akan berlangsung setidaknya pada bulan pertama atau lebih. Hal ini bisa membantu meningkatkan intensitas kontak mata dan ikatan antara bayi dan orangtua, terutama saat dalam buaian.

Usia 1-2 bulan
Pada akhir bulan pertama, bayi sudah bisa mengangkat kepalanya sebentar serta memutar ke sisi kanan dan kiri ketika sedang berbaring. Sekitar usia 6-8 minggu, ia sudah cukup kuat untuk mengangkat kepala dan ketika digendong di bahu sudah bisa menahan kepalanya meskipun dengan gemetar dan tidak lama. Sehingga ibu atau pengasuh masih harus membantu menopangnya.

Usia 3-4 bulan
Bayi akan dapat mengangkat kepala hingga 45 derajat saat tengkurap dan bisa dilakukan berulang-ulang kali. Otot lehernya pun sudah berkembang dan mulai cukup kuat untuk menopang kepala, namun orangtua harus tetap memberikan perhatian karena bayi belum sepenuhnya bisa mengontrol kepala sendiri.

Usia 5-6 bulan
Saat usia 5 bulan bayi sudah menunjukkan otot lehernya yang semakin kuat. Dan saat berusia 6 bulan, bayi dapat menahan kepalanya dengan mantap dan tegak serta akan lentur ke depan saat orang lain membantunya menarik ke posisi duduk.

Setelah bayi bisa mengontrol kepalanya dengan baik dan kuat, maka ia akan melanjutkannya ke posisi duduk, berguling dan merangkak. Pengendalian terhadap posisi kepala juga diperlukan untuk menelan makanan padat dan duduk di kursi yang lebih tinggi.

http://www.detikhealth.com/read/2010/10/06/131525/1456903/764/kapan-bayi-bisa-mengangkat-kepalanya-sendiri

Kenali Penyakit Tahun Pertama Kehidupan Bayi

Seorang bayi sangat mungkin mengalami satu atau lebih penyakit selama tahun pertama kehidupannya. Hal ini karena bayi belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang optimal, sehingga rentan terkena penyakit.

Dikutip dari Babycenter, Jumat (27/8/2010) ada 6 penyakit yang sering menimpa bayi di bawah usia satu tahun, yaitu:

Konstipasi (sembelit)
Sembelit adalah suatu kondisi yang sangat umum terjadi dan kemungkinan mempengaruhi sekitar 30 persen anak-anak di usia tertentu. Biasanya bayi belum memiliki jadwal normal untuk buang air besar. Bisa saja bayi BAB setiap setelah makan, harus menunggu satu hari atau bahkan lebih dari sehari. Pola ini tergantung dari apa yang bayi makan, seberapa aktif bayi tersebut dan seberapa cepat ia mencerna makanan. Tapi nantinya orangtua akan bisa menemukan pola BAB bayinya.

Salah satu petunjuk yang menunjukkan bahwa bayi mengalami sembelit adalah frekuensi BAB-nya kurang dari biasanya, terutama jika sudah lebih dari 1-3 hari sehingga membuat ia merasa tidak nyaman. Selain itu feses yang keras atau kering juga merupakan salah satu gejala sembelit.

Batuk dan pilek
Hampir dipastikan semua bayi pasti pernah mengalami kondisi ini selama tahun pertamanya. Diperkirakan ada ratusan virus yang bisa menyebabkan pilek, dan bayi pada umumnya memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang. Selain itu bayi seringkali memasukkan tangan atau benda lain ke dalam mulut yang membuat mikroorganisme bisa masuk ke dalam tubuh bayi.

Pada umumnya bayi akan lebih sering mengalami batuk dan pilek pada musim dingin atau menghabiskan waktu lebih banyak di dalam ruangan, karena ruangan membuat virus mudah menyebar dari satu orang ke orang lain. Rata-rata orang dewasa menderita pilek 2-4 kali dalam setahun, tapi anak-anak mendapatkan rata-rata 6-10 kali setahun.

Bayi yang mengalami pilek akan disertai dengan hidung meler, sulit bernapas, bersin, demam rendah atau batuk. Jika ia sudah sampai sulit bernapas, maka biasanya bayi akan lebih rewel karena merasa tidak nyaman. Jika kondisi ini lebih dari 10 hari, sebaiknya periksakan bayi ke dokter untuk mengetahui penyabab pastinya.

Ruam popok
Diperkirakan hampir semua bayi yang menggunakan popok akan mengalami ruam popok pada tahap tertentu, sekitar 1 dari 4 bayi mengalami ruam popok dalam usia empat minggu pertamanya. Ruam popok bisa terjadi jika bayi terlalu lama menggunakan popok kotor atau bayi memiliki kulit yang sensitif. Kondisi ini akan ditandai dengan kulit yang merah, kasar dan terasa sakit.

Hal ini disebabkan popok tidak bisa menyerap semua urin yang dikeluarkan oleh bayi, karenanya urin yang bercampur dengan bakteri dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan ruam popok.

Diare
Diare cenderung terjadi pada bayi jika frekuensi BAB-nya menjadi lebih sering, mudah mengeluarkan kotoran dan juga fesesnya lebih encer (berair). Diare dapat berlangsung selama beberapa hari dan kadang disertai dengan nyeri kram. Sebagian besar kasus diare pada bayi disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.

Diare yang disebabkan oleh infeksi virus dapat disertai dengan muntah-muntah, sakit perut, demam, menggigil dan timbul rasa sakit. Sedangkan diare akibat infeksi bakteri disertai dengan kram, darah pada feses, demam dna mungkin muntah. Tapi diare juga bisa disebabkan oleh alergi makanan dan reaksi obat antibiotik.

Infeksi telinga
Secara fisik bayi memang cenderung mudah terkena infeksi telinga. Hal ini dipengaruhi oleh ruang kecil di belakang gendang telinga yang terhubung ke bagian belakang tenggorokan oleh saluran kecil yang disebut tabung Eustachio. Segala sesuatu yang bisa mengganggu fungsi dari tabung ini seperti pilek atau alergi dapat meningkatkan risiko alergi. Hal ini karena tabung Eustachian pada bayi cukup rata.

Gejala bayi yang mengalami infeksi telinga seperti adanya perubahan mendadak dalam hal perilaku (menangis dan mudah tersinggung), bayi sering menarik atau menggosokkan telinganya, demam, merasa sakit, muntah dan kadang-kadang disertai diare.

Muntah
Bayi biasanya akan lebih sering muntah jika diperkenalkan pada beberapa makanan baru atau terlalu banyak makan. Kemungkinan penyebab lainnya adalah alergi, menelan sesuatu yang beracun, terlalu kuat saat batuk atau menangis.

Pada umumnya muntah yang terjadi pada bayi tidak berbahaya, selama kondisi tersebut tidak bersifat persisten. Jika terus menerus muntah bisa jadi sebagai tanda penyakit seperti gastroenteritis, infeksi saluran kemih, infeksi telinga atau sesuatu yang serius lainnya.

Selektif Memilih Popok Anak

Memilih jenis popok rasanya menjadi salah satu tugas terberat bagi seorang ibu. Beberapa dilemma antara fungsinya yang membuat praktis, harganya yang cukup mahal dan juga teknologi penyerapan yang semakin modern ataupun model yang makin stylish. Yang pasti prioritas seseorang berbeda-beda dalam memilih popok untuk anaknya.

Finansial
Dari segi harga, jika titik berat seorang ibu adalah penghematan, jenis popok kain tradisional mungkin menjadi pilihan utama dibandingkan dengan popok sekalipakai. Kualitas popok kain ini akan menurun setelah dicuci-pakai selama 5 kali. Hal ini bisa menyebabkan iritasi pada anak.

Ruam popok
Ruam popok terjadi karena penggunaan popok yang salah sehingga terjadi iritasi yang dipicu oleh urine dan feses bayi. Ruam ini biasanya berwarna kemerahan disertai lecet ringan dan gatal di daerah sekitar bokong yang cembung, di area kulit yang menempel dengan popok, dan pada daerah lipatan kulit.

Ruam ini bisa dicegah pada penggunaan popok kain karena orangtua bisa segera mengetahui jika popok bayi mulai basah. Sedangkan disposable diaper terkini yang dilengkapi dengan indicator untuk mengetahui tingkat kebasahan.

Isu lingkungan
Kelestarian bumi merupakan tanggung jawab seluruh manusia. Popok kain, membutuhkan proses pencucian, dengan penggunaan deterjen, pemborosan air, pemborosan listrik, dll. Sementara beberapa jenis clodi mengggunakan micro fiber yang sulitterurai dalam tanah sebagai bahan dasar pelapis. Sementara popok sekali pakai yang harus diganti minimal 8 kali sehari atau nyaris 3.000 popok per tahun untuk setiap bayi. Bekas popok yang mengandung banyak bahan kimia itu akan menggunung dengan waktu daur ulang alami 200-500 tahun.

Potty training
Penggunaan popok kain mempercepat potty training, logikanya adalah anak bisa langsung merasakan ketidaknyamanan sesaat setelah buang air kecil atau buang air besar jika dia mengenakan popok kain. Bukan begitu halnya dengan penggunaan pada popok sekali pakai, karena anak akan merasa selalu kering hingga limit kemampuan popok tersebut. Dengan merasa basah, akan otomatis mengajak anak dengan sendirinya ke toilet.

Praktis
Alasan utama penggunaan popok sekali pakai adalah kepraktisannya. Terutama pada saat berpergian atau pada saat anak tidur pada malam hari.

Orang Tua Wajib Dukung Kreatifitas Si Kecil

Pada dasarnya semua anak adalah kreatif, dan selalu ingin tau hal-hal baru, hanya saja yang membedakannya adalah pembatasan-pembatasan dari lingkungan dan rasa antusiasme si Kecil yang bervariasi. Sebagai orangtua, kewajibannya adalah mengexplor bakat dan minat si Kecil sejak dini. Tidaklah sulit karena dengan sendirinya kemampuan-kemampuan yang menonjol akan keluar dan terlihat dengan jelas, orang tua hanya perlu memfasilitasi dan mengembangkannya sebagaimana aslinya.

Tidak menuntut keinginan

Sosok orangtua yang baik bukanlah yang menuntut segala sesuatu sesuai dengan keinginannya. Contoh: menginginkan si Kecil menjadi ahli musik sedangkan bakat si Kecil lebih suka menggambar yang menjurus kepada seni rupa. Hal ini tidak akan berhasil karena ketidakcocokan minat. Sebagai orangtua, harus dapat menerima kelebihan dan kekurangan si Kecil. Selalu dapat mensugesti bahwa dia mampu.

Anak adalah unik

Seringkali orangtua membandingkan si Kecil dengan anak lain, seolah-olah selalu saja ada kekurangan si Kecil. Orangtua harus selalu menyadari bahwa anak adalah unik. Masing-masing individu sama dengan halnya dengan orang dewasa, tidak suka dibandingkan dengan orang lain, dan tidak akan bisa disamakan dengan anak lain.

Kreatifitas multidimensi

Wujud kreatifitas si Kecil bisa saja berbeda-beda, setiap pulang dari sekolahnya mendapatkan hal baru yang ia sukai, akan langsung ia pamerkan kepada orangtua di rumahnya, namun, jika kreatifitas tersebut tidak ia sukai dan tidak mengambil sedikitpun perhatiannya, dengan dipaksapun akan sulit dikembangkan. Contoh : si Kecil mendapat cara-cara cepat dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam matematika, ia akan mencoba memamerkannya kepada orangtua bahwa ia bisa dengan cepat dalam berhitung, namun pada saaat ada pelajaran seni tari di sekolah, ia tidak akan mengulanginya di rumah. Kreatifitas itu mulitidimensional, dan setiap anak memiliki dimensi kreatifitasnya sendiri-sendiri.

Memberi contoh

Memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap apa-apa yang tengah dikerjakan oleh anak-anak kita, misalnya dengan ikut melakukan aktifitas bersama anak dan memperkenalkan hal baru dan gagasan-gagasan yang berhubungan dengan aktifitas tersebut. Beri tahu cara yang baik, resiko serta keuntungannya dan biarkan si Kecil berfikir tentang hobby barunya itu. Berikan waktu, tempat, kemudahan dan bahan-bahan agar si Kecil semakin kreatif.

Lakukan dengan santai

Biasanya orangtua lebih menyukai melihat langsung hasil jadi dari kreatifitas anak, dan bukan proses belajar mencapai tujuannya. Padahal dalam prose situ akan terlihat dengan jelas bagaimana mereka memecahkan masalah, berusaha dan menikmati keberhasilan. Lakukan proses ini dengan santai dan dengan perspektif si Kecil, bukan atas dasar cara pandang seorang dewasa. Ketegangan dankekakuan hanya akan membuat si kecil tidak enjoy dalam mengembangkan bakatnya.

Selalu kembangkan ciri anak kreatif sebagi berikut :
  •     Spontan
  •     Rasa ingin tahu
  •     Lancar berpikir
  •     Detail oriented
  •     Orisinalitas ide

Empat Kelompok di Dua Desa, Kecamatan Kalimanah Terima Bantuan Peralatan

PURBALINGGA – Sebanyak empat kelompok dari dua desa menerima bantuan peralatan/barang yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Pendopo Cahyana, Selasa (3/1). Bantuan ini langsung diserahkan oleh Wakil Bupati Drs H Sukento Ridho Marhaendrianto MM kepada para perwakilan kelompok disaksikan dua staf Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Provinsi Jawa Tengah dan perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Keempat kelompok itu terdiri tiga kelompok dari Desa Klapasawit Kecamatan Kalimanah dan satu kelompok dari Desa Tamansari Kecamatan Karangmoncol. Masing-masing kelompok menerima bantuan yang berbeda sesuai dengan proposal yang telah diajukan sebelumnya. “Untuk Desa Klapasawit ada tiga kelompok masing-masing dapat peralatan untuk membuat makanan olahan, konveksi sablon dan kerajinan bambu kayu. Untuk Desa Tamansari hanya ada satu kelompok dapat pompa air slang isap dan salang buang,” jelas kepala Bapermasdes kabupaten Purbalingga, Imam Wahyudi SH MSi.

Salah satu staf Bapermasdes Provinsi Jawa Tengah, Bambang Purwanto mengatakan tujuan pemberian bantuan ini untuk mengembangkan potensi ekonomi produktif, percepatan pembangunan di perdesaan, mendukung pembangunan partisipatif dan penanggulangan pengangguran. Bamabng berpesan, agar peralatan ini benar-benar bisa bermanfaat bagi seluruh anggota kelompok, bukan oleh perorangan saja.

Wabup Sukento berharap bantuan ini seutuhnya diserahkan kepada kelompok penerima, tidak boleh ada sedikitpun potongan dari pihak manapun. Menurut Wabup, pemotongan bantuan dengan alasan apapun menjadi tindakan yang tidak bijaksana dan mengurangi esensi bantuan untuk mensejahterakan. (humas/cie)

Bhakti Sosial PLTU Tanjung Jati B di Tubanan

JEPARA – Bakti Sosial merupakan langkah penting untuk mendekatkan Perusahaan dengan Masyarakat. Hal ini diungkapkan Komandan Kodim (Dandim) 0719 Jepara, Letkol Inf. DK Subandi Selasa (3/1), menanggapi digelarnya pengobatan gratis oleh PT. PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B di Tubanan.

"Kami menghargai kegiatan ini. Ini akan semakin mendekatkan perusahaan dengan warga di lokasi tapak", katanya. Desa Tubanan merupakan desa yang menjadi lokasi PLTU Tanjungjati B. General Manager PT. PLN Persero Tanjung Jati B Oni Afrizal didampingi Deputi Humas PT. PLN Pembangkitan TJB  Dewanto mengatakan, kegiatan bakti masyarakat seperti ini rutin dilakukan. Rencananya, setiap tahun akan dilakukan sebanyak 3 kali.

Hal itu untuk mengetahui perkambangan kesehatan warga yang telah diperiksa sebelumnya. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Selasa ini, diikuti oleh sekitar 1500 orang yang terdiri dari lansia dan balita, di Tubanan.

Sementara itu, Komandan Kodim 0719 Jepara DK Subandi mengatakan, kegiatan sosial seperti ini penting dilakukan agar masyarakat di sekitar PLTU merasa senang dan dampaknya keamanan PLTU sebagai obyek vital nasional bisa terjaga.

Oleh manajemen PLTU, program Corporate Social Responcibility (CSR) kali ini dikhususkan untuk pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, serta Posyandu bagi para lansia. Selain itu juga pemberian nutrisi atau gizi kepada balita.

Petinggi Desa Tubanan Martijan berharap tidak hanya pengobatan gratis, program CSR juga diarahkan untuk pelatihan ketenagakerjaan bagi masyarakatnya. “Tidak hanya diberikan ikan, akan tetapi diberikan kail untuk penyambung hidup,” tandasnya. (*kontributorHumasJepara_Sulismanto)

Ketua Komisi IV DPR-RI Bantu Mesin Rice Transplanter


PURBALINGGA - Ketua Komisi IV DPR-RI Ir. H. M. Romahurmuzy, MT (Gus Romy), Selasa (3/1) melakukan kunjungan kerja (Kunja) di Kabupaten Purbalingga (Jateng). Selain untuk menyerap aspirasi dari para petani di Purbalingga, Kunja Gus Romy kali ini sekaligus untuk menyerahkan bantuan Rice Transplanter atau alat tanam padi kepada Balai Benih di Desa Mewek Kalimanah.

”Kami menyerahkan bantuan program akhir tahun 2011, diantaranya satu mesin otomatisasi tanam atau rice tranplanter. Ini pertama kali di Indonesia. Dari seluruhnya 60 unit se-Indonesia, salah satunya untuk Purbalingga,” kata Gus Romy yang juga Sekjen DPP PPP di aula kantor Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dintanbunhut) Purbalingga 

Dia mengatakan, penerapan teknologi transplanter merupakan pilot projek. Jadi nantinya akan ditunggu masukan dari kelompok tani yang menerirma. Karena tingkat pengetahuan yang terbatas,  alat ini ditempatkan di balai benih Mewek. Dengan maksud alat ini dapat dipinjamkan kepada petani atau kelompok tani yang membutuhkan. Gus Romy berjanji akan datang kembali ke Purbalingga untuk melihat kehandalan mesin itu.

”Jika bagus, tahun depan akan ditambah. Namun jika malah merepotkan, ya sudah, berarti petani kita memang belum bisa dengan tranplanter. Tapi coba dipelajari dulu cara penggunaanya dengan baik,” tegas Gus Romy di dampingi Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko M.Si, dan Kepala Dintanbunhut Ir Lily Purwati.

Tahun 2011, Purbalingga mendapat bantuan alokasi dana aspirasi sebesar Rp. 4,1 Milliar. Dana tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT) dan jaringan irigasi pedesaan (JIDES). Ada sebanyak 17 kelompok tani dari 4 kecamatan yang menerima bantuan JITUT dengan total luas oncoran sebanyak 3.000 ha. Sementara untuk JIDES, ada 22 kelompok tani dari 10 kecamatan yang menerima bantuan dengan luas oncoran 2.000 ha. Di bidang kehutanan, Purbalingga juga menerima bantuan program agro forestry bagi 10 kelompok tani masing-masing Rp. 50 juta.

”Saya minta kepada kelompok tani untuk memperhatikan administrasinya. Jangan sampai menimbulkan masalah bagi Gus Romy yang telah memperjuangkan bantuan untuk kita,” pesan bupati kepada seluruh kelompok tani penerima bantuan.

Kunja Gus Romy di Purbalingga terlebih dulu diterima Bupati di pringgitan Pendopo Dipokusumo, kemudian menuju aula Dintanbunhut untuk mneyerahkan bantuan transplanter. Setelah itu dilanjutkan peninjauan lapangan di wilayah Kecamatan Bukateja. *HumasPurbalingga_hr

2 Juta Rumah di Jateng Belum Berlistrik

CILACAP - Dari 8 juta jumlah kepala keluarga di Provinsi Jawa tengah, hingga sekarang ini lebih dari 2 juta diantaranya masih belum dapat menikmati penerangan listrik.

Gubernur Jateng Bibit Waluyo beberapa waktu lalu mengatakan, jumlah ribuan rumah yang belum berlistrik ini tersebar disekitar 4.400 dusun yang memang belum masuk jaringan listrik. Gubernur menyampaikan hal ini saat memberikan sambutan selamat datang kepada Presiden SBY pada acara peresmian proyek pembangunan Residuel Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap akhir 2011 lalu.

Padahal disisi lain, Jateng itu merupakan salah satu interkoneksi jaringan untuk Jawa Madura Bali dengan beban sekitar 2.900 Mega Watt. Menurut Gubernur, kapasitas yang ada saat ini hanya sekitar 2.000 Mega Watt. "Itu artinya harus ada upaya terus menerus untuk memenuhi pembangkit listrik di Jateng" tegasnya.

Dalam hal ini antara lain dengan melakukan pembangunan jaringan pembangkit listrik seperti Paiton Suralaya Banten, PLTU Jepara Rembang dan PLTU Adipala, Cilacap yang direncanakan akan berkapasitas 660 Mega Watt. Apabila pembangunan ini terealisasi, maka menurut Gubernur, wilayahnya akan memberikan kontribusi listrik untuk Pulau Jawa Bali Madura pada tahun 2014 mendatang.

Pembangunan sejumlah pembangkit ini juga diyakini akan meningkatkan Ratio Elektrifikasi (RE) atau perbandingan antara jumlah rumah yang ada dengan rumah yang belum berlistrik. Dengan demikian, pada beberapa tahun ke depan, ribuan rumah penduduk di Jateng yang belum berlistrik akan semakin berkurang.

Sementara dalam upaya untuk mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah sampai tahun 2011 ini, Jateng telah membangun dan merehabilitasi 27 unit PLTMH, 4.107 tenaga surya dan 7 unit PLTS komunal yang tersebar di 17 kabupaten di Jawa Tengah. *humascilacap_romly